Dampingi Sang Ibu Jalani Pengobatan, Yayat Tak Khawatir Dengan Biaya

Dampingi Sang Ibu Jalani Pengobatan, Yayat Tak Khawatir Dengan Biaya
Sang anak mengaku sulit merujuk ibunya ke rumah sakit lantaran tak cukup biaya. Beruntung pemerintah memberikan bantuan berupa Kartu JKN lewat program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan. Foto : DOK BPJS

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Saenah (74) adalah satu dari sekian banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita penyakit jantung. Sudah 2 tahun lebih ia menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut penuturan anaknya, sudah lama Saenah mengeluhkan sesak di dadanya. Sang anak mengaku sulit merujuk ibunya ke rumah sakit lantaran tak cukup biaya. Beruntung pemerintah memberikan bantuan berupa Kartu JKN lewat program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Sejak saat itu, program tersebut jadi andalan Saenah dan keluarga di kala sakit.

“Ibu sudah lama sesak di dadanya. Kalau diingat, sudah 3 tahun berjalan ini. Dulu kesusahan sekali kalau ingin rawat ibu di rumah sakit. Selalu soal biaya yang kami takutkan apalagi penyakit ibu tergolong kronis. Alhamdulillah, ada bantuan pemerintah untuk berobat gratis. Sejak 2022, kami tak lagi khawatir kalau mau berobat di rumah sakit. Kami sangat bersyukur bisa melewatinya tanpa harus mengeluarkan biaya, bahkan tidak sepeser pun uang ia keluarkan karena berobat dengan JKN,” tutur Yayat, putri Senah, Kamis, 2 Mei 2024.

Dalam ceritanya, setelah mencari tahu terkait pengobatan sang ibu, ia sempat tak dapat berkata-kata melihat total biaya pengobatannya.

Ia tidak dapat membayangkan jika harus menanggung semua biaya pengobatan ibunya. Rasa syukur atas kehadiran BPJS Kesehatan dan program JKN di tengah-tengah masyarakat Indonesia selalu ia sebutkan.

Menurutnya, program JKN sangat membantu masyarakat. Setiap lapisan masyarakat akhirnya dapat berobat dengan tenang tanpa perlu pusing memikirkan biaya pengobatan yang tinggi.

“Dulu saya pernah dapat cerita dari orang-orang kalau biaya pengobatan jantung itu bisa sampai ratusan juta. Kami sudah menyiapkan biayanya, tapi saya pikir itu belum cukup, sebab pengobatan jantung harus rutin dan jangka waktunya pasti lama. Alhamdulillah pas di rumah sakit dapat informasi kalau ternyata bisa gratis pakai JKN. Semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Saya rasa tidak hanya kami, banyak masyarakat yang bersyukur dan sangat terbantu dengan adanya Program JKN ini,” ungkapnya.

Hingga kini, Saenah masih dalam pantauan dokter. Menurut Yayat, sang ibu masih mengeluhkan sesak nafas dan nyeri di dadanya.

Soal biaya, dirinya bersyukur karena tak lagi terbebani. Ia senang dengan bantuan pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini.

Ia berharap program JKN terus memberikan manfaat kepada masyarakat terlebih untuk yang membutuhkan. Sembari memohon do’a untuk kesembuhan sang ibu, Yayat mengapresiasi kinerja rumah sakit yang telah memberikan kenyamanan selama ibunya menjalani pengobatan jantungnya.

Yayat merasa puas dengan layanan yang diberikan. Menurutnya, tak ada kesulitan yang didapat selama ibunya dirawat di Rumah Sakit Sari Asi Ciledug.

Di sela-sela wawancaranya, Yayat mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan kepada pesertanya.

Menurutnya, kemudahan ini juga mengikuti perkembangan di era yang serba digital ini. Inovasi yang sudah ia manfaatkan adalah Aplikasi Mobile JKN dan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pengganti identitas peserta JKN. Ia mengacungi jempol atas pemanfaatan NIK yang dilakukan BPJS Kesehatan.

Menurutnya sistem ini memudahkan peserta JKN saat ingin mengakses layanan di fasilitas Kesehatan.

“Saya sendiri sudah mengunduh dan menggunakan Aplikasi Mobile JKN, khususnya pada fitur antrean online. Apa lagi saat membawa ibu saya untuk kontrol ke puskesmas maupun ke rumah sakit, tidak perlu lagi antre berlama-lama karena kasihan ibu saya harus menahan sakit dan harus untuk duduk menunggu. Semoga BPJS Kesehatan terus menambah inovasi-inovasi luar biasanya, sehingga kami sebagai pesertanya bisa terus merasakan kemudahan dalam pelayanan,” puji Yayat.

Melalui pengalamannya, Yayat juga menekankan betapa pentingnya Program JKN dalam memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Yayat merasa sangat bersyukur atas keberadaan BPJS Kesehatan dalam hidupnya. Baginya, Program JKN adalah salah satu contoh nyata dari kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, dan ia berharap agar program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi banyak keluarga di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.