Dokter RS Sari Asih Bintaro Ungkap Bahaya Perubahan Iklim Terhadap Lonjakan Kasus Tuberkulosis

Dokter RS Sari Asih Bintaro Ungkap Bahaya Perubahan Iklim Terhadap Lonjakan Kasus Tuberkulosis
Dokter RS Sari Asih Bintaro Ungkap Bahaya Perubahan Iklim Terhadap Lonjakan Kasus Tuberkulosis

TANGERANG SELATAN, LENSABANTEN.CO.ID – Dampak perubahan iklim ternyata jauh lebih luas dari sekadar suhu panas dan cuaca ekstrem. Fenomena lingkungan ini terbukti dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat dan meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, salah satunya adalah Tuberkulosis (TBC).

Terkait hal ini, Dokter RS Sari Asih Bintaro yang merupakan spesialis paru, dr. Nurmila Sari, Sp.P, memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, krisis iklim memang bukan penyebab langsung seseorang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Namun, dampak dari perubahan lingkungan dan pergeseran kondisi sosial akibat krisis inilah yang membuat masyarakat semakin rentan.

Bacaan Lainnya

“Perubahan iklim memperburuk kondisi-kondisi yang memungkinkan TBC menyebar lebih luas dan lebih cepat,” tegas dr. Nurmila.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Risiko di Pengungsian

Lebih lanjut, Dokter RS Sari Asih Bintaro ini menjelaskan bahwa kaitan antara perubahan iklim dan lonjakan TBC sangat terlihat ketika terjadi bencana alam, seperti banjir, longsor, atau kekeringan ekstrem.

Bencana memaksa masyarakat untuk mengungsi ke tempat penampungan yang padat penduduk. Kondisi ini sangat berbahaya karena:

Sirkulasi Udara Buruk: Ruangan padat dengan ventilasi minim mempercepat penularan bakteri TBC melalui udara (saat penderita batuk, bersin, atau berbicara).

Sanitasi Terbatas: Kebersihan yang tidak terjaga menurunkan kualitas kesehatan secara umum.

Kelembapan Tinggi: “Rumah dengan ventilasi yang buruk membuat sirkulasi udara tidak optimal. Kondisi ruangan yang lembap dan minim pencahayaan alami juga perlu diperhatikan,” jelas dr. Nurmila.

Polusi Udara dan Ancaman Ketahanan Pangan

Kualitas udara yang terus memburuk akibat perubahan lingkungan secara langsung mengancam sistem pernapasan. Kondisi paru-paru yang terganggu oleh polusi menjadi lahan subur bagi infeksi TBC, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau penyakit kronis.

Di sisi lain, perubahan iklim juga mengganggu sektor pertanian. Gagal panen dan sulitnya akses pangan bergizi memicu masalah gizi buruk (malnutrisi), yang pada akhirnya meruntuhkan sistem kekebalan tubuh masyarakat dalam melawan penyakit infeksi.

Kenali Gejala TBC Sejak Dini

Di tengah tingginya faktor risiko lingkungan saat ini, deteksi dini adalah kunci. Segera kunjungi fasilitas kesehatan jika Anda atau keluarga mengalami gejala berikut:

Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh (lebih dari dua minggu).

Demam atau meriang yang berkepanjangan.

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Berkeringat berlebihan di malam hari meski tidak beraktivitas.

Tubuh terasa lemas dan kehilangan nafsu makan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC adalah penyakit yang 100% dapat dicegah dan disembuhkan, asalkan pasien patuh dan disiplin menjalani terapi pengobatan hingga tuntas.

Langkah Pencegahan Dimulai dari Rumah

Sebagai penutup, Dokter RS Sari Asih Bintaro mengingatkan bahwa garis pertahanan pertama melawan TBC ada di dalam rumah tangga kita sendiri.

Masyarakat sangat dianjurkan untuk rutin membuka jendela setiap pagi agar pertukaran udara lancar dan sinar matahari masuk ke dalam rumah. Menjaga kebersihan lingkungan dan tidak mengabaikan batuk kronis adalah langkah nyata untuk memutus rantai penularan.

“Tuberkulosis bisa dicegah dan disembuhkan secara total, asalkan menjalani pengobatan secara rutin sesuai petunjuk dokter,” pungkas dr. Nurmila.

Pengendalian TBC di era krisis iklim membuktikan bahwa pendekatan medis saja tidak cukup. Dibutuhkan perbaikan kualitas hunian, ketahanan pangan, dan kepedulian lingkungan untuk benar-benar menekan risiko penularan penyakit ini di tengah masyarakat.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.