TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Mengatur pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu penyandang diabetes menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Selain memperhatikan jenis makanan, pengaturan porsi dan waktu makan juga perlu menjadi perhatian agar asupan sehari-hari tetap seimbang.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro, dr. Amelia Fitria Dewi, Sp.PD, menjelaskan bahwa pengendalian diabetes tidak hanya bergantung pada konsumsi obat, tetapi juga membutuhkan perubahan gaya hidup, termasuk pola makan yang dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, penyandang diabetes perlu memahami bahwa bukan berarti seluruh jenis makanan harus dihindari. Yang lebih penting adalah mengatur komposisi makanan, jumlah asupan, serta memilih sumber karbohidrat dan makanan pendamping yang lebih sesuai.
“Pola makan merupakan salah satu bagian penting dalam pengendalian diabetes. Pasien perlu memperhatikan jenis makanan, jumlah atau porsinya, serta jadwal makan agar kadar gula darah dapat lebih terkontrol,” ujar dr. Amelia.
Perhatikan Jenis dan Porsi Makanan
Salah satu hal yang perlu diperhatikan penyandang diabetes adalah konsumsi makanan yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat.
Ditambahkan dr. Amelia, ia menyarankan agar konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi dibatasi. Minuman manis, makanan dengan tambahan gula berlebihan, serta makanan yang tinggi kalori sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Sebagai gantinya, pola makan dapat diarahkan pada makanan yang lebih seimbang dengan memperhatikan kebutuhan tubuh. Sumber karbohidrat tetap dapat dikonsumsi, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Selain karbohidrat, asupan protein, sayuran, dan sumber serat juga perlu diperhatikan dalam menu sehari-hari.
“Yang penting bukan sekadar menghilangkan satu jenis makanan, tetapi bagaimana menyusun pola makan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien,” jelasnya.
Jangan Abaikan Jadwal Makan
Selain jenis dan jumlah makanan, jadwal makan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh penyandang diabetes.
Pola makan yang tidak teratur dapat menyulitkan pengendalian kadar gula darah, terutama pada pasien yang juga menggunakan obat-obatan tertentu untuk diabetes.
Karena itu, pasien sebaiknya mengikuti jadwal makan yang telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan terapi yang diberikan dokter.
Pengaturan pola makan juga sebaiknya tidak dilakukan secara ekstrem tanpa mempertimbangkan kebutuhan nutrisi tubuh.
Menurut dr. Amelia, kebutuhan setiap pasien diabetes dapat berbeda. Faktor seperti usia, berat badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta jenis pengobatan dapat memengaruhi kebutuhan makan seseorang.
Batasi Gula, Perbanyak Pilihan Makanan Seimbang
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan makanan tinggi gula menjadi salah satu hal yang perlu dikendalikan dalam pola makan sehari-hari.
Penyandang diabetes juga perlu lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi di luar waktu makan utama. Minuman kemasan, makanan ringan, serta makanan yang mengandung gula tambahan dapat meningkatkan asupan kalori dan gula apabila dikonsumsi terlalu sering.
Sebaliknya, pilihan makanan yang mengandung serat dan nutrisi lebih baik dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Namun, perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan realistis agar dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“Perubahan pola makan harus dilakukan secara konsisten. Tidak harus langsung mengubah semuanya dalam satu waktu, tetapi mulai dari kebiasaan yang dapat dilakukan dan dipertahankan,” kata dr. Amelia.
Pola Makan Perlu Disertai Aktivitas Fisik
Pengaturan makanan juga perlu dibarengi dengan aktivitas fisik. Olahraga atau aktivitas fisik secara rutin dapat membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Aktivitas dengan intensitas sedang seperti berjalan cepat atau bersepeda dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang, dengan tetap menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, pemeriksaan gula darah secara berkala juga penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan mengevaluasi pengendalian diabetes.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena diabetes dapat berkembang secara perlahan dan pada sebagian orang tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.
Pengendalian Diabetes Membutuhkan Konsistensi
Diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk gangguan pada jantung, ginjal, saraf, dan penglihatan.
Karena itu, pengendalian kadar gula darah perlu dilakukan secara menyeluruh melalui kombinasi pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan seimbang, aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dengan demikian, dr. Amelia mengingatkan penyandang diabetes untuk tidak hanya berfokus pada kadar gula darah ketika sudah muncul keluhan. Konsistensi dalam menjalankan pola hidup sehat menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi kesehatan dalam jangka panjang.
“Semakin baik pengendalian gula darah dilakukan sejak awal, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko komplikasi. Karena itu, pola makan sehat dan pemeriksaan rutin perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” tutup dr. Amelia.








