Dulu Ikon Banjir, Kini Pondok Arum Bertahan Berkat Forum Pompa Warga

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kawasan Pondok Arum, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, yang dulunya dikenal sebagai ikon banjir, kini mampu bertahan dari genangan meski hujan deras melanda sejumlah wilayah di sekitarnya. Perubahan tersebut merupakan hasil dari kerja panjang warga melalui Forum Pompa yang dikelola secara gotong royong.

Ketua Forum Pompa Pondok Arum, Restu, mengatakan penanganan banjir di wilayahnya tidak terjadi secara instan. Menurutnya, dibutuhkan proses bertahun-tahun dengan pendekatan teknis dan perencanaan yang matang.

Bacaan Lainnya

“Jadi masalah banjir ini emang di Tangerang dulu adalah ikonnya Pondok Arum. Tapi dengan proses panjang, bukan ujuk-ujuk, dan melalui pendekatan teknis,” ujar Restu kepada Lensa Banten pada Selasa, 27 Januari 2026 malam.

Restu menjelaskan, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengatur aliran air dari dalam kawasan Pondok Arum menuju Kali Sabi. Selain itu, kapasitas drainase yang sebelumnya kecil kini telah diperbesar hingga hampir 50 persen.

“Dulu itu banjirnya sampai 4 meter, sudah sampai genteng. Sekarang alhamdulillah dengan kekompakan warga kita bentuk forum pompa,” katanya.

Saat ini, Pondok Arum memiliki 15 unit pompa yang terdiri dari pompa milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, pompa satelit, dan pompa diesel. Pompa-pompa tersebut berperan penting dalam menurunkan debit air ketika curah hujan tinggi.

Dulu Ikon Banjir, Kini Pondok Arum Bertahan Berkat Forum Pompa Warga

“Sepanjang aliran sungai kita atur secara teknis oleh PUPR, ditambah bantuan pokok pikiran dari dewan, terutama Pak Andri selaku Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, itu sangat membantu kita,” ujar Restu.

Ia menuturkan, pengelolaan pompa dilakukan secara kolektif melalui Forum Pompa dengan melibatkan teknisi di masing-masing rumah pompa. Warga juga secara swadaya mengumpulkan iuran rutin untuk kebutuhan perawatan dan pengadaan bahan bakar.

“Per RW itu iuran seratus ribu. Tahun 2020 terkumpul sampai 13 juta, dan hampir habis untuk perbaikan semua pompa agar siap menghadapi hujan,” jelasnya.

Restu menyebut, rumah pompa induk di Pondok Arum dilengkapi dua pompa besar dengan kapasitas sekitar 300 liter per detik. Sementara pompa satelit terbaru mampu menyedot hingga 500 liter per detik tanpa menggunakan solar.

“Kalau alirannya bagus, air nggak akan diam di satu titik. Itu yang bikin sekarang sudah lebih dari enam tahun Pondok Arum nggak banjir,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala dalam perawatan pompa bantuan dari luar daerah seperti DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Pompa-pompa tersebut bersifat pinjam pakai sehingga tidak seluruhnya masuk dalam anggaran perawatan Pemerintah.

“Kalau perawatan kecil masih bisa minta bantuan, tapi kalau yang berat-berat ya kita keluarkan dari dana forum pompa,” ujarnya.

Restu menegaskan, keberhasilan Pondok Arum bertahan dari banjir merupakan hasil kolaborasi antara warga dan pemerintah. Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga agar sistem pengendalian banjir yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

“Alhamdulillah, bantuan dari pemerintah ada, kekompakan warga juga ada. Itu yang bikin Pondok Arum bisa bertahan seperti sekarang,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.