Fannita Tantang Diri Sendiri Saat Rekaman “JADI AKU (SEKALI SAJA)”, Emosi Jadi Ujian Terbesar

foto dok. fannita
foto dok. fannita

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Fannita menghadapi tantangan emosional saat menggarap versi terbaru single “JADI AKU (SEKALI SAJA)”. Lagu yang dirilis ini bukan sekadar menghadirkan pembaruan aransemen, tetapi juga menuntut penghayatan mendalam agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh hati pendengar.

Single tersebut merupakan karya yang pertama kali dirilis sekitar lima tahun lalu. Kini, Fannita membawanya kembali dengan pendekatan musikal yang lebih fresh, mendalam, dan emosional, sebagai bagian dari perjalanan setelah comeback melalui lagu “TEMUKAN”.

Bacaan Lainnya

Salah satu tantangan yang dirasakan Fannita adalah mengendalikan emosi ketika menyanyikan bagian-bagian lagu yang memiliki makna personal. Ia mengaku harus menjaga agar perasaannya tetap tersampaikan tanpa membuat suaranya bergetar.

Bagi seorang penyanyi, menyampaikan lagu bertema emosional tidak hanya berkaitan dengan ketepatan nada dan teknik vokal. Penghayatan juga berperan penting agar pendengar dapat menangkap cerita yang terkandung dalam lirik.

Dalam “JADI AKU (SEKALI SAJA)”, Fannita membawakan kisah tentang seseorang yang ingin dimengerti oleh orang lain. Lagu ini menggambarkan perasaan ketika perjuangan pribadi sulit dijelaskan, sehingga muncul keinginan agar orang lain bersedia melihat persoalan dari sudut pandang yang sama.

Tema tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang bisa memiliki pengalaman yang tidak mudah diceritakan, termasuk perasaan yang selama ini hanya disimpan sendiri.

Kedekatan makna lagu dengan pengalaman hidup turut membantu Fannita membangun penghayatan. Namun, ia tetap perlu menjaga keseimbangan agar emosi tidak mengganggu kualitas vokal selama proses rekaman.

Dari sisi produksi, versi terbaru ini mendapatkan sentuhan aransemen yang berbeda dan penyempurnaan beberapa bagian lagu. Ide dari Agung Exo sebagai pencipta turut memperkuat nuansa emosional tanpa menghilangkan pesan asli yang menjadi fondasi karya tersebut.

Perilisan ulang ini sekaligus memperlihatkan keinginan Fannita untuk membawa kembali lagu yang memiliki arti penting baginya kepada pendengar yang lebih luas. Dengan pendekatan musik yang diperbarui, ia berharap karya tersebut dapat kembali menemukan tempat di hati pencinta musik Indonesia.

Fannita ingin lagu ini menjadi teman bagi orang-orang yang sedang menghadapi persoalan perasaan atau kesulitan mengungkapkan isi hati. Ia berharap pendengar bisa menemukan ruang untuk meluapkan emosi dan mendapatkan kelegaan melalui musik.

Tidak berhenti pada rilisan tersebut, Fannita juga menyiapkan proyek berikutnya dengan nuansa yang lebih mendalam dan emosional. Penggemar pun dapat mengikuti perkembangan karyanya melalui Spotify dan berbagai platform musik digital. (san/*) #foto dok fannita

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.