mpq Perluas Perjalanan Musik Lewat Dignified Losers, Tiga Single Jadi Pengantar Album Kedua

foto dok. ig@mpq___
foto dok. ig@mpq___

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – mpq memperluas perjalanan musikalnya melalui album penuh kedua, “Dignified Losers”, yang dirilis pada 23 Oktober 2026. Berisi sembilan lagu, album ini menjadi kelanjutan eksplorasi unit musik alternatif asal Jakarta tersebut dalam mengolah tema kekalahan, ketidakpastian, cinta, dan duka menjadi rangkaian cerita yang dekat dengan kehidupan manusia.

Sebelum menghadirkan album secara utuh, mpq terlebih dahulu memperkenalkan tiga single sebagai gambaran arah musik dan pesan yang ingin mereka sampaikan. Ketiganya adalah “Not for Anyone Else” yang dirilis pada Juli, “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, serta “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026.

Bacaan Lainnya

Ketiga single tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami gagasan yang kemudian berkembang dalam “Dignified Losers”. Album ini memandang kekalahan bukan sebagai keadaan yang harus selalu dihindari, melainkan pengalaman yang dapat dihadapi tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.

“Album ini tentang usaha-usaha buat ngga takluk ke bad days dan losing scenarios itu sendiri,” jelas mpq dalam keterangan mereka.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa mpq ingin berbicara tentang proses bertahan, terutama ketika seseorang berulang kali menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Dalam pandangan mereka, harapan untuk meraih kemenangan, sekecil apa pun, dapat menjadi alasan untuk terus bergerak.

mpq diperkuat Abram Dionisius pada gitar, Alit Djarot sebagai vokalis, Daniel Hasudungan pada gitar, Rakaputra pada bas, dan Rakha Suryandaru pada drum. Melalui album ini, mereka merangkum berbagai pengalaman emosional dalam sembilan lagu yang menyoroti hubungan manusia dengan keadaan, perasaan, serta harapan.

Keterhubungan karya mpq dengan dunia perfilman juga terlihat melalui “Someplace Sometime Somehow”. Lagu tersebut menjadi original soundtrack film *Hasut*, karya sutradara Ilya Sigma yang dirilis pada 8 Oktober 2026.

Sebelum itu, lagu “Musim Baru” digunakan dalam film pendek *Autosave* garapan Imanuel Bolaman. Film tersebut tayang perdana di New York Asian Film Festival 2026 pada Juli lalu, menambah catatan perjalanan lagu-lagu mpq dalam mendukung karya sinema.

Selain aspek musik, perhatian juga diberikan pada identitas visual album. Untuk “Dignified Losers”, mpq kembali menggandeng Fahreza Aditya, sosok yang telah menjadi kolaborator mereka sejak awal perjalanan band. Kerja sama tersebut meneruskan proses kreatif yang sebelumnya menghasilkan artwork album debut mpq, yang masuk nominasi kategori Best Album Artwork dalam sebuah ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019.

Kehadiran “Dignified Losers” memperlihatkan konsistensi mpq dalam mengembangkan musik yang tidak hanya berorientasi pada bunyi, tetapi juga membawa gagasan dan pengalaman emosional. Melalui sembilan lagu, mereka mengajak pendengar memahami bahwa kekalahan tidak selalu menghapus kemungkinan untuk menemukan arti baru dalam hidup.

Album penuh kedua mpq ini telah dijadwalkan tersedia melalui kanal distribusi musik yang mereka gunakan. Karya tersebut menjadi babak penting bagi band ini dalam mempertemukan eksplorasi musikal, refleksi personal, dan keterhubungan dengan medium seni lainnya. (san/*) #foto dok. ig@mpq___

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.