LENSABANTEN.CO.ID – Dalam sebuah rekaman yang menjadi perbincangan hangat, tampak seorang pendaki wanita berjuang memberikan pesan terakhirnya saat terjebak dalam kondisi darurat pascaserangan Gunung Marapi.
Dalam video singkat berdurasi 7 detik, wanita itu terlihat pasrah di tengah kabut tebal, dengan tubuh dan wajahnya tertutup debu.
“Mati selah lai (mati saja lagi),” ucapnya pasrah.
“Kecean ka ama kak aden ndak talok hiduik lai (bilang ke mama kak aku tidak kuat hidup lagi),” tuturnya.
Mahasiswa asal Kota Padang dilaporkan terjebak pada saat kejadian erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (3/12/2023) pukul 14.54 WIB
Pendaki itu diketahui bernama Zhafirah Zahrim Febrina (19), mahasiswi Politeknik Negeri Padang.
Rani Radelani, orang tua Zhafirah, membenarkan kondisi anaknya seperti di video yang beredar. Saat ini, anaknya masih belum bisa turun.
“Itu dia Whatsapp. Dia tidak kuat lagi katanya,” ujar Rani melansir dari kumparan, Senin 4 Desember 2023.
Menurut Rani, barang-barang anaknya telah hilang. Video kondisinya dikirim melalui handphone orang yang ditemukan.
Rani mengungkapkan, kondisi anaknya saat ini tangan patah. Badan telah dipenuhi Abu vulkanik.
3 Desember 2023, 14.36 WIB: 70 Pendaki Terjebak di Puncak Gunung Marapi Saat Erupsi, 42 Masih Belum Dievakuasi
Sebanyak 70 pendaki dilaporkan terjebak di kawasan Gunung Marapi, Sumatra Barat, ketika gunung itu meletus pada Minggu sore, 3 Desember 2023. Dian Indiriati dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat memberikan informasi tersebut.
“Saat ini, BKSDA bersama mitra terkait sedang berupaya keras melakukan evakuasi terhadap para pendaki yang masih terjebak di kawasan Gunung Marapi,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa saat terjadi erupsi, sekitar 70 pendaki berada di sana, masuk melalui jalur Batu Palano dan Koto Baru.
Data tersebut berasal dari sistem pendaftaran online tiket Gunung Marapi yang dikelola oleh BKSDA Sumbar. “Ada 53 orang dari Batu Palano dan 13 orang dari Koto Baru,” tambahnya.
Dian melanjutkan, tim BKSDA Sumbar bersama mitra telah berhasil mengevakuasi 28 pendaki, sementara sisanya masih berada di jalur pendakian dan sedang diupayakan evakuasi lebih lanjut. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk evakuasi, semoga tidak ada korban jiwa,” harapnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, dan BKSDA telah menutup akses pendakian Gunung Marapi sementara waktu. “Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada, dan kami sudah menutup akses pendakian di Gunung Marapi,” tandasnya.








