Tingkatkan Standar Hospitality, Disbudpar Kota Tangerang Latih 70 Pramusaji Jadi Tenaga Profesional

TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pada Rabu 29 April 2026., Disbudpar menggelar pelatihan pramusaji (waiters) yang berlangsung di Days Hotel, Neglasari, Kota Tangerang.

Sebanyak 70 peserta yang berasal dari berbagai sektor hospitality—mulai dari hotel, kafe, hingga restoran—mengikuti pelatihan intensif ini. Tak main-main, Disbudpar menghadirkan dua narasumber ahli serta lima asesor untuk memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar industri.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pariwisata Disbudpar Kota Tangerang, A. Yani, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal bagi para pramusaji untuk meraih pengakuan profesional yang lebih luas.

“Para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat, dan ke depannya mereka akan diikutsertakan dalam sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” ujar Yani di sela-sela kegiatan.

Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan pramusaji adalah ujung tombak citra sebuah daerah. Jika pramusaji mampu menghadirkan kesan yang mendalam dan positif bagi tamu, maka reputasi Kota Tangerang di mata wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, akan ikut terangkat.

Tingkatkan Standar Hospitality, Disbudpar Kota Tangerang Latih 70 Pramusaji Jadi Tenaga Profesional

Attitude dan Kebersihan: Kunci Utama Hospitality

Dalam sesi materi, Budi Waluyo dari LPK Batara Tunas Profesional membedah strategi menjadi pramusaji profesional. Ia menekankan bahwa aspek mendasar seperti teamwork, komunikasi efektif, hingga cara membuka percakapan dengan tamu adalah keterampilan yang wajib dikuasai.

“Orang yang bekerja di hotel harus rapi karena tujuannya adalah memberikan impression (kesan) pertama yang baik. Kita harus berusaha untuk tampil bermakna (meaningful) dan menjaga grooming,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi menyoroti dua hal krusial yang sering dianggap sepele namun berdampak besar: Kedisiplinan dan Attitude.

“Hal kecil seperti dilarang memiliki kuku panjang adalah bagian dari disiplin kesehatan. Bakteri ada di tubuh kita, dan kuku bersentuhan langsung dengan makanan,” tegasnya.

Namun, di atas segalanya, attitude atau sikap adalah inti dari seorang pekerja profesional. “Jika attitude Anda buruk, maka karier Anda di dunia hospitality akan selesai,” tambahnya.

Tingkatkan Standar Hospitality, Disbudpar Kota Tangerang Latih 70 Pramusaji Jadi Tenaga Profesional

Selain perilaku, para peserta juga dibekali kemampuan berpikir kreatif (creative thinking) untuk menyelesaikan masalah di lapangan serta pentingnya membangun kompetensi melalui portofolio yang kuat.

Sebagai tips tambahan bagi pemula, Budi menyarankan untuk aktif mengambil pekerjaan paruh waktu (part-time) sebagai sarana efektif membangun jaringan di industri pariwisata.

Melalui pelatihan ini, diharapkan pramusaji di Kota Tangerang tidak hanya sekadar mengantar makanan, tetapi mampu menjadi duta pariwisata yang profesional dan kompeten.

Salah satu peserta, Sri Mulyani mengaku merasakan manfaat dari pelatihan yang dihadirkan oleh Disbudpar Kota Tangerang.

Pelatihan pramusaji memberikan wawasan pentingnya memiliki attitude dan skill yang baik agar memberi kesan baik bagi pelanggan.

“Semoga pelatihan sejenis lainnya bisa juga rutin diadakan sehingga pelaku usaha di kota Tangerang bisa tumbuh, ” Pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.