TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Warga di Jalan Duren 1, RT 005 RW 002, Pedurenan, Karang Tengah, dibuat resah oleh kemunculan monyet liar pada Kamis, 30 April 2026. Hewan tersebut dilaporkan menyerang sejumlah warga dan memicu kepanikan di lingkungan permukiman.
Sejumlah warga mengalami luka akibat gigitan dan cakaran, termasuk anak-anak yang menjadi korban, sehingga menimbulkan kekhawatiran luas. Warga pun memilih lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak.
Sudah Lama Berkeliaran
Warga sekitar, Annisa Syafira, mengungkapkan bahwa monyet tersebut sebenarnya sudah lama terlihat di wilayah itu. Ia menyebut keberadaan hewan tersebut sudah lebih dari satu tahun dan kerap sulit ditangkap.
“Sebetulnya monyetnya sudah lama, mungkin satu tahun lebih. Damkar juga sudah dua kali datang, bahkan sempat ada tim yang standby, tapi kalau ada petugas dia seperti tahu lalu tiba-tiba hilang, nanti muncul lagi,” ujarnya kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pergerakan monyet tersebut cukup luas dan tidak hanya berada di Pedurenan saja. Hewan itu juga kerap berpindah ke beberapa wilayah lain di sekitar Karang Tengah.
“Dia gak cuma di Pedurenan aja, tapi juga ke kampung lain seperti Pondok Pucung, Pondok Surya, sampai Duren Villa, jadi cukup meresahkan warga di beberapa tempat,” ungkapnya.
Kini Mulai Agresif
Annisa menjelaskan bahwa perilaku monyet tersebut kini semakin agresif dibanding sebelumnya. Jika dulu hanya mengambil barang milik warga, kini sudah mulai menyerang secara langsung.
“Baru sekarang ini nyerang anak-anak, sebelumnya dia cuma ngambilin spion mobil aja. Anehnya cuma spion mobil yang diambil, barang lain tidak,” ujarnya.

Ia juga menyebut monyet tersebut sering muncul pada pagi hari di sekitar area tertentu. Namun, warga belum berani menangkap karena ukuran hewan yang cukup besar dan berisiko.
“Biasanya pagi hari ada di depan kafe, tapi gak ada yang berani nangkap karena cukup besar dan berbahaya kalau didekati,” katanya.
Warga Resah, Korban Bertambah
Serangan terbaru bahkan terjadi di depan rumah warga dan menimpa seorang anak. Kejadian itu berlangsung cepat dan membuat warga sekitar semakin panik.
“Pagi tadi anak di depan rumah saya kena cakar, tiba-tiba aja diserang tanpa ada tanda-tanda sebelumnya,” tuturnya.
Warga juga mengaku sudah berulang kali melaporkan kejadian ini ke petugas terkait. Namun hingga kini, monyet tersebut masih belum berhasil diamankan.
“Kalau lapor ke damkar, mereka sudah cukup hafal karena kita sudah beberapa kali minta bantuan untuk penanganan,” jelasnya.
BPBD: Sudah Dicoba, Tapi Belum Berhasil
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dalam beberapa hari terakhir. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.
“Kami sudah beberapa hari ini menerima laporan terkait keberadaan monyet liar di Pedurenan. Setiap ada laporan, anggota kami langsung turun dan mengupayakan penangkapan dengan alat yang ada, tapi sampai saat ini belum berhasil,” katanya kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan berbagai metode sudah dilakukan untuk menangkap hewan tersebut, mulai dari memancing hingga menggunakan jaring. Namun, upaya tersebut masih belum membuahkan hasil hingga sekarang.
“Kami sudah mencoba dipancing dengan makanan maupun dijebak menggunakan jaring, tapi monyet tersebut masih sulit ditangkap dan terus berpindah-pindah,” jelasnya.
Tunggu Penanganan BKSDA
BPBD menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan seperti menembak hewan liar. Penanganan tersebut menjadi kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Warga memang banyak yang meminta untuk ditembak karena sudah meresahkan, tapi itu bukan kewenangan kami. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA dan berharap bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari interaksi langsung dengan monyet liar tersebut. Terutama bagi anak-anak dan lansia yang dinilai paling rentan menjadi korban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari monyet liar ini, karena korban sudah cukup banyak. Kami juga berharap penanganan bisa segera dilakukan sebelum ada korban tambahan,” katanya.
Hingga kini, monyet liar tersebut masih berkeliaran dan belum berhasil dievakuasi oleh petugas. Warga berharap ada langkah cepat dari pihak berwenang agar situasi kembali aman dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut.









