KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Hotel Yasmin di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, resmi berganti nama menjadi Sapphire Sky Karawaci pada Kamis 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Perubahan identitas itu disertai penambahan fasilitas dan target peningkatan layanan ke standar hotel bintang empat.
General Manager Sapphire Sky Karawaci Parwoto mengatakan pergantian nama merupakan bagian dari langkah manajemen baru menghadirkan suasana yang lebih segar bagi tamu.
“Maknanya cukup dalam, karena kita ingin membawa suasana baru yang lebih fresh, dekor baru yang lebih fresh, kemudian pelayanan jauh lebih bagus,” kata Parwoto kepada Lensabanten.
Ia menjelaskan, pengelola mengambil alih hotel tersebut tahun lalu dan sempat mempertahankan nama Yasmin. Menurut dia, hotel yang beroperasi sejak 2013 itu memiliki pengalaman panjang yang tetap dibawa setelah berganti nama.
“Yasmin memiliki legacy, pengalaman yang panjang di hotel karena hotel ini sudah buka sejak tahun 2013. Pengalaman itu tetap kita bawa sampai sekarang,” ujarnya.
Parwoto menyebut manajemen menargetkan standar “the real hotel bintang empat”, setara dengan Karawang Green Paradise. Menurut dia, hal yang paling krusial adalah membawa semangat dan motivasi baru bagi seluruh jajaran, yang diharapkan tercermin pada pelayanan.

Meeting room dan parkir bertambah
Dari sisi fasilitas, Parwoto mengatakan sebagian besar tidak banyak berubah dan hanya diperkuat identitasnya. Meski begitu, ada dua penambahan yang telah terwujud.
Pertama, jumlah ruang pertemuan (meeting room) bertambah dari 18 menjadi 22 ruang. Kedua, kapasitas area parkir naik dari sekitar 150 menjadi 250 mobil.
Untuk menyambut masyarakat, pengelola menyiapkan harga khusus kamar tipe superior sebesar Rp219.000 yang berlaku selama sekitar satu pekan sejak peluncuran. Promo tersebut digelar dalam rangka rebranding, dan menurut Parwoto, harga khusus lain akan menyusul pada periode berikutnya.
Bupati minta pegawai tidak diganti
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada pihak pengelola yang tetap mempertahankan keberadaan hotel tersebut di wilayahnya sehingga terus memberi kontribusi bagi pemerintah daerah.
Maesyal mengaku selalu mengikuti perkembangan hotel itu, baik dari sisi pariwisata maupun perekonomian, termasuk dampaknya bagi warga sekitar. Saat menerima informasi bahwa hanya nama hotel yang berubah, ia langsung meminta pengelola tidak merumahkan pegawai yang ada.
“Saya bilang ke Pak Indra, pegawainya yang ada jangan ke mana-mana, karena sebagian besar adalah masyarakat kami, Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal.
Menurut dia, para pegawai tersebut adalah pihak yang merintis hotel sejak masih bernama Yasmin. Ia berharap perubahan nama menambah semangat mereka dalam bekerja. Pegawai hotel, kata dia, berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, seperti Binong dan Curug.

Maesyal menyampaikan lima alasan mempertahankan pegawai lama. Pertama, rasa memiliki mereka terhadap hotel akan bertambah. Kedua, mereka akan ikut menjaga keberadaan hotel karena kehidupannya bergantung di sana. Ketiga, mereka mendapat kepastian pekerjaan untuk menghidupi keluarga.
Keempat, mereka menjadi penopang perputaran ekonomi hotel, baik dari restoran, kamar, maupun layanan lainnya. Kelima, keberadaan Sapphire Sky dapat dimanfaatkan masyarakat dan instansi pemerintah daerah untuk berbagai kegiatan, sesuai peraturan perundang-undangan.
“Kecuali ada pertimbangan lain dari manajemen hotel, tetapi kalau personilnya, saya minta tetap difungsikan dan dimanfaatkan,” ujarnya.
Libatkan UMKM lokal
Bupati juga meminta manajemen merancang kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk memenuhi kebutuhan operasional hotel. Ia menilai produk UMKM Kabupaten Tangerang, termasuk di bidang kuliner, tidak kalah bersaing dan sebagian bahkan telah menembus pasar ekspor.
Menurut Maesyal, keterlibatan UMKM diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Supaya ekonomi Kabupaten Tangerang tumbuh dan berkembang begitu cepat, masyarakat kami juga membuka lapangan pekerjaan di situ,” katanya.








