KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.IDÂ — Citadines Connect Airport Jakarta di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, menggelar kelas membatik gratis bagi tamu hotel, Kamis 1 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.
Marcom Citadines Connect Airport Jakarta, Yuni, mengatakan kegiatan itu bertujuan mengenalkan batik lokal Tangerang kepada tamu sekaligus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Alasannya, kami ingin mengangkat budaya sendiri ke tamu-tamu yang ada di sini, ditambah kami juga mendukung UMKM,” kata Yuni.
Kelas membatik itu berkolaborasi dengan UMKM Tangerang Raya dan menghadirkan pembatik Bu Yati dan Mbak Dwi sebagai pendamping peserta.
Kuota 20 peserta terisi penuh
Yuni menyebut kuota peserta sebanyak 20 orang terisi penuh. Salah satu pesertanya adalah tamu asal China. Sejumlah tamu lain sebenarnya tertarik, tetapi tidak bisa ikut karena jadwal transit yang padat. Mereka akhirnya hanya menyaksikan video proses membatik.
Teknik yang diajarkan adalah batik canting, tetapi peserta hanya mempraktikkan proses mencanting. Hasil cantingan belum diwarnai karena hotel tidak menyediakan proses pewarnaan. Peserta tetap boleh membawa pulang kain mereka sebagai kenang-kenangan.
“Pola yang diajarkan beragam dan mengangkat ikon lokal, antara lain Monas Jakarta, Festival Cisadane, dan pola bertema bandara yang dibuat Bu Yati,”terang Yuni.

Yuni menjelaskan kegiatan sengaja digelar sehari sebelum Hari Batik Nasional (H-1) karena hotel melihat tingkat kunjungan tamu pada 1 Oktober lebih ramai.
Dipadukan dengan kelas kopi
Pada hari yang sama, hotel juga menggelar kelas kopi untuk memperingati International Coffee Day. Kopi, kata Yuni, merupakan brand passion Citadines, dan americano menjadi welcome drink bagi tamu.

Hotel mengundang sejumlah roastery lokal untuk mengisi Coffee Corner di lobi. Roastery yang hadir antara lain Pedro dan Kopi Asam, bersama Pak Tono dan Mas Pio. Tamu dapat menikmati kopi gratis sambil belajar, mulai dari manual brew, espresso, latte, hingga cappuccino.
“Ini bentuk cross branding. Mereka jadi tahu bahwa di Tangerang ada roastery lokal,” ujar Yuni.
Hotel juga menyediakan aktivitas melukis dengan pasta ampas kopi. Hotel menyiapkan kanvas dan kuas, dan hasil lukisan boleh dibawa pulang. Menurut Yuni, ampas kopi yang selama ini dibuang atau dimanfaatkan sebagai pupuk dapat diolah menjadi karya seni yang berkesan bagi tamu.
Sesuai harapan
Yuni mengatakan antusiasme tamu sesuai harapan, meski acara ini baru pertama kali digelar. Sebelum menentukan jadwal, manajemen memeriksa data okupansi dan mendapati 1 Oktober sebagai hari tersibuk di awal bulan. Tamu hotel yang berada dekat bandara biasanya ramai pada malam atau subuh, tetapi kali ini siang hari pun ramai.
“Coffee Corner ramai, kelas membatik juga ramai. Secara keseluruhan, sekitar 85 sampai 89 persen memenuhi ekspektasi kami,” katanya.






