CILEGON, LENSABANTEN.CO.ID — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperbarui jadwal operasional kapal eksekutif lintas Merak-Bakauheni untuk periode 20–23 Agustus 2026. Masyarakat yang akan menyeberangi Selat Sunda diminta menyesuaikan waktu perjalanan sekaligus memastikan tiket telah dipesan melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan.
Selama empat hari tersebut, layanan eksekutif dilayani empat kapal yang beroperasi bergantian, yakni KMP Legundi, KMP Sebuku, KMP Jatra III, dan KMP Batumandi. Keberangkatan tersedia hampir setiap satu jam mulai dini hari hingga menjelang tengah malam, baik dari Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Bakauheni.
Pada Kamis (20/8), misalnya, pelayaran dari Merak dimulai pukul 00.15 WIB oleh KMP Legundi, kemudian dilanjutkan KMP Batumandi, KMP Jatra III, dan KMP Sebuku secara bergiliran hingga keberangkatan terakhir pukul 22.45 WIB. Pola rotasi serupa juga diterapkan dari arah Bakauheni.
ASDP mengingatkan jadwal penyeberangan bersifat dinamis karena dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, kepadatan penumpang, maupun kebutuhan operasional. Karena itu, calon penumpang disarankan memeriksa jadwal terbaru melalui aplikasi Ferizy sebelum berangkat.
Tiket Tidak Lagi Dijual di Pelabuhan
Seiring penerapan sistem digital, seluruh pembelian tiket penyeberangan Merak-Bakauheni kini dilakukan secara daring melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy. Kebijakan ini berlaku setelah ASDP menerapkan teknologi geofencing di empat pelabuhan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Melalui sistem tersebut, penumpang harus menentukan jadwal keberangkatan dan waktu masuk pelabuhan (check-in) terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran digital. Tiket kemudian dikirim dalam bentuk e-ticket melalui WhatsApp maupun surat elektronik.
ASDP juga membuka pemesanan hingga 60 hari sebelum keberangkatan, sehingga pengguna jasa dapat merencanakan perjalanan lebih awal dan mengurangi antrean kendaraan di kawasan pelabuhan.
Check-In Sesuai Jadwal E-Tiket
Selain memastikan tiket telah dibeli, penumpang wajib melakukan check-in sesuai rentang waktu yang tercantum pada e-ticket. Tiket akan dinyatakan hangus apabila proses check-in melewati batas waktu yang ditentukan.
Saat memasuki pelabuhan, penumpang diminta menunjukkan kartu identitas serta data kendaraan yang sesuai dengan informasi pada e-ticket. Skema digital ini diharapkan membuat arus penyeberangan Selat Sunda lebih tertib sekaligus memberikan kepastian jadwal bagi pengguna jasa.








