Kartu Sakti untuk Ayah, Widia Rasakan Keajaiban Program JKN

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Mendapatkan kepastian jaminan perlindungan kesehatan merupakan hak setiap warga negara. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah menghadirkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Berkolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait, bahu-membahu memberikan perlindungan kesehatan yang layak kepada seluruh penduduk Indonesia tanpa adanya diskriminasi. Hal itu dirasakan oleh Widiawati (16) warga Kampung Uwung Jaya, Tangerang.

Bacaan Lainnya

Widia menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu, ayahnya yang bernama Khumaedi (63) mengalami sesak nafas yang disertai nyeri di dadanya. Sudah berhari-hari pula ayahnnya mengalami demam tinggi.

Akibatnya, sang ayah harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Annisa Tangerang. Sesampainya di rumah sakit, setelah pemeriksaan yang cukup panjang, dokter menyatakan bahwa ayahnya menderita infeksi paru-paru.

Seperti tidak percaya, Widia hanya bisa berserah dan mempercayakan yang terbaik kepada dokter yang menangani ayahnya.

“Memang bapak saya sudah berusia lanjut jadi sering sakit. Awalnya bapak sering demam dan pusing. Selama beberapa bulan ini, tidak pernah diperiksakan ke dokter dan hanya meminum obat tanpa resep dokter. Waktu itu ya kami kira-kira saja dosisnya karena biasanya kalau demam hanya minum obat begitu juga langsung sembuh. Tapi kemarin ini sakitnya paling parah, sampai bapak tidak bisa bangun dan kesulitan bernafas. Alhamdulillah setelah beberapa hari dirawat, bapak sudah membaik meskipun sekarang masih harus menggunakan alat bantu pernafasan,” ujar widia, pada Rabu, 13 November 2024.

Tidak lama berselang setelah mengantar ayahnya di IGD, Widia diminta petugas untuk mengurus administrasi di loket pendaftaran. Saat itu, sempat terlintas dipikirannya, terkait biaya yang harus ia tanggung untuk perawatan ayahnya. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada petugas di loket.

Petugas menyampaikan seluruh biaya pengobatan ayahnya nantinya bisa dijamin oleh Program JKN. Mendengar informasi itu, Widia merasa lega, haru, bahagia bercampur aduk menjadi satu.

“Saya terlahir dari keluarga kurang mampu. Sehari-hari bapak mengumpulkan dan menjual barang bekas untuk memenuhi kebutuhan kami. Apalagi sejak ibu meninggal, ayah menjadi satu-satunya tumpuan keluarga kami. Kini kami dihadapkan dengan kenyataan bahwa bapak menderita infeksi paru-paru. Saya benar-benar bingung, bagaimana kami harus membiayai pengobatan bapak. Beruntungnya saya dan keluarga diberikan Kartu JKN oleh pemerintah, bagi keluarga kami ini sebuah pertolongan dari Tuhan. Kartu ini ibarat kartu yang sakti bagi ayah saya,” widia sembari  terus mengusap air matanya.

Widia sangat terkesima dan menganggap kartu JKN kartu yang ajaib. Hanya memperlihatkan kartu tersebut ayahnya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan luar biasa.

Ia bersyukur sudah terdaftar sebagai peserta aktif Program JKN, jadi saat keadaan genting ia tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatan.

Mewakili keluarganya, Widia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah yang telah menyelenggarakan program JKN. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang diperintah langsung oleh undang-undang untuk mengelola program ini.

“Kehadiran program JKN sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap program JKN dapat terus berlangsung dan berjalan baik mengingat banyak sekali masyarakat yang menggantungkan hidupnya melalui program ini. Bukan hanya ayah saya, banyak kerabat di kampung yang juga merasakan manfaat program JKN. Rasanya saya ingin terus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan sudah mendaftarkan kami menjadi peserta JKN. Program JKN telah meringankan beban keluarga kami,” kata widia menutup ceritanya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.