TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di Kota Tangerang kian meningkat. Halte menjadi salah satu titik yang paling terdampak dalam beberapa pekan terakhir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang mencatat berbagai bentuk kerusakan di halte. Mulai dari coretan di dinding, bangku yang dirusak, hingga papan informasi yang tidak lagi berfungsi.
Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyebut kondisi ini bukan sekadar merusak tampilan kota. Menurutnya, vandalisme juga mengganggu fungsi halte sebagai tempat tunggu yang aman dan nyaman.
“Halte merupakan fasilitas publik yang dibangun untuk kenyamanan bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan vandalisme dan ikut menjaga fasilitas yang ada,” ujar Suhaely pada Senin, 27 April 2026.
Ia menjelaskan, bentuk vandalisme yang ditemukan cukup beragam di lapangan. Kerusakan tersebut bahkan menyasar fasilitas yang penting bagi pengguna transportasi umum.
Dampaknya, kualitas pelayanan transportasi ikut menurun. Pengguna halte tidak lagi merasakan kenyamanan, bahkan berpotensi menghadapi risiko keselamatan.
Di sisi lain, pemerintah daerah harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk peningkatan layanan lain akhirnya terserap untuk memperbaiki kerusakan.
“Perawatan dan perbaikan halte akibat vandalisme membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Ini tentu berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran daerah,” katanya.
Dishub menilai, persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan perbaikan fisik saja. Diperlukan kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga fasilitas publik.
Warga juga diminta aktif melaporkan jika menemukan aksi vandalisme. Laporan bisa disampaikan melalui layanan darurat 112 atau aplikasi LAKSA milik Pemkot Tangerang.
“Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan tindakan vandalisme di fasilitas publik. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” jelasnya.
Vandalisme menjadi tantangan tersendiri di tengah upaya peningkatan layanan transportasi. Tanpa keterlibatan masyarakat, kerusakan berpotensi terus berulang.
“Menjaga fasilitas publik adalah tanggung jawab bersama. Mari kita rawat kota ini dengan tidak merusak, tetapi menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang ada dengan baik,” katanya.
Dishub berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga fasilitas umum. Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci menciptakan kota yang tertib, aman, dan nyaman.









