BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Perluas Kepesertaan di Kota Tangerang

BPJS Ketenagakerjaan menggencarkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui ekosistem masjid serta RT/RW sebagai simpul literasi di tingkat masyarakat

Kiiara KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID— BPJS Ketenagakerjaan menggencarkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui ekosistem masjid serta RT/RW sebagai simpul literasi di tingkat masyarakat. Program ini ditujukan untuk memperluas kepesertaan hingga lapisan paling bawah, khususnya pekerja informal di Kota Tangerang.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper, Hazairin Hasan, menyebut tingkat kepesertaan di Kota Tangerang saat ini baru mencapai sekitar 48 persen. Artinya, masih ada sekitar 400 ribu pekerja, terutama sektor informal, yang belum terlindungi jaminan sosial.

Bacaan Lainnya

“Karena itu, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah menginisiasi gerakan melalui RT, RW, dan rumah ibadah agar jaminan sosial semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Menurut dia, sepanjang 2025 BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan santunan sekitar Rp1,2 triliun kepada masyarakat Kota Tangerang. Manfaat tersebut mencakup perlindungan atas risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga kehilangan pekerjaan.

Program jaminan sosial yang ditawarkan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Untuk pekerja informal, iuran tergolong ringan, mulai Rp16.800 per bulan, bahkan mendapat diskon menjadi Rp8.400 dalam periode April–Desember 2026.

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Perluas Kepesertaan di Kota Tangerang

Wakil Kepala Kantor Wilayah Banten BPJS Ketenagakerjaan, Alias A Muin, menambahkan keterlibatan rumah ibadah diharapkan mampu mempercepat edukasi dan perluasan kepesertaan.

“Dukungan masjid dan lingkungan akan memperkuat edukasi jaminan sosial kepada masyarakat,” katanya.

Ia menyebut dari sekitar 900 ribu pekerja yang memenuhi syarat di Kota Tangerang, baru sekitar 400 ribu yang telah menjadi peserta. Artinya, masih terdapat kesenjangan perlindungan yang perlu segera diatasi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan pentingnya jaminan sosial bagi masyarakat, terutama pekerja nonformal yang rentan terhadap risiko ekonomi.

“Melalui program ini, risiko kehidupan dapat dialihkan melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kota terus mendorong sosialisasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk RT, RW, dan pengurus rumah ibadah, agar kesadaran masyarakat terhadap jaminan sosial semakin meningkat.

Saat ini, sekitar 40 ribu warga Kota Tangerang telah didaftarkan sebagai peserta melalui pembiayaan APBD.

“Ke depan, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dapat meningkat sehingga perlindungan sosial semakin merata dan mampu mencegah munculnya kemiskinan baru, ” Pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.