KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kota Tangerang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai salah satu dari 12 kota di Indonesia yang paling sigap dalam mengendalikan inflasi daerah.
Berdasarkan penilaian terbaru dari Kementerian Dalam Negeri, Kota Tangerang menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Banten yang berhasil mengimplementasikan enam instruksi strategis pusat secara utuh dan konsisten dalam menghadapi fluktuasi ekonomi.
Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kedisiplinan pemerintah kota dalam menjalankan koordinasi nasional yang dipimpin langsung oleh Kemendagri setiap minggunya.
Langkah nyata yang telah dilakukan mencakup pemantauan harga secara berkala di pasar-pasar tradisional serta pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) hingga ke tingkat distributor.
“Kemendagri menyampaikan bahwa Kota Tangerang itu satu di antara 12 kota yang sudah melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi,” ujar Ruta, Senin 11 Mei 2026.

Sebagai wilayah yang didominasi oleh karakteristik kota konsumen, Pemerintah Kota Tangerang sangat proaktif dalam menjalin kerja sama dengan berbagai daerah penghasil untuk menjamin ketersediaan stok bahan pokok.
“Kita kota konsumen, jadi kita harus melakukan kerja sama dan itu sudah dilakukan,” tambah Ruta.
Di sisi lain, upaya kemandirian pangan juga terus digalakkan melalui optimalisasi lahan-lahan tidur oleh Dinas Ketahanan Pangan yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam gerakan menanam komoditas pemicu inflasi.
Intervensi langsung untuk menjaga daya beli masyarakat juga menjadi prioritas, salah satunya melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) bagi warga berpenghasilan rendah.
Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan alokasi APBD di sektor transportasi melalui layanan Bus Tayo dan Si Benteng sebagai instrumen pengendalian inflasi yang efektif. Ruta menegaskan, “Program-program Bus Tayo dan Si Benteng itu adalah salah satu upaya juga untuk pengendalian inflasi”.
Kesuksesan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektoral yang kuat, di mana laporan harian dari aparat teritorial seperti Danramil dan Satgas Pangan Polri terus dikompilasi oleh Inspektorat untuk dilaporkan ke pemerintah pusat setiap sore hari.
Kolaborasi harmonis dengan instansi vertikal seperti Bulog, BPS, hingga koordinasi rutin bersama Pemerintah Provinsi Banten menjadi kunci utama bagi Kota Tangerang dalam mempertahankan prestasi ini sejak tahun sebelumnya.
“Kuncinya kita bisa melakukan keenam itu tentunya kita selalu lakukan komunikasi dengan seluruh stakeholder,” pungkasnya.









