Laporan langsung : Sofia Setyorini
JEPANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pertumbuhan muslim di Jepang membuat saya tertarik mengunjungi Jepang dan bertemu langsung dengan komunitas muslim Jepang.
Maka, saya memutuskan untuk merayakan hari raya Idul Adha 1445 Hijriah di negeri ‘Sakura’ persisnya di kota Tokyo.
Hari ini, Senin, 17 Juni 2024 saya melaksanakan salat Idul Adha di masjid Gotanda yang terletak di dalam gedung Islamic Culture Exchange Center atau Japan Muslim Association, yang terletak tidak jauh dari stasiun Gotanda, di tengah kota Tokyo.
Saya memilih salat di masjid tersebut, karena saya tahu akan banyak muslim Jepang yang akan hadir.
Hal ini berbeda jika ke masjid yang dibangun oleh muslim dari berbagai negara, seperti masjid Pakistan, maka jamaah yang hadir akan didominasi oleh muslim Pakistan, begitupula dengan masjid Indonesia, masjid Turki dan lain-lain.
Sholat Id di masjid Gotanda dilaksanakan jam 10 pagi, agak lebih “siang” dibandingkan salat Id pada umumnya di Indonesia yang dilakukan lebih pagi.
Tiba di masjid Gotanda jam 9.50 waktu setempat, saya langsung mengambil wudhu dan mengikuti salat Id.
Jamaah perempuan berjumlah sekitar 50 orang, yang didominasi oleh muslim Jepang. Selain itu juga ada jamaah yang berasal dari Aljazair dan Tunisia.
Salat dipimpin oleh seorang imam asli Jepang yaitu Sheikh Ahmad Naoki Maeno, beliau lulusan dari sebuah universitas di Damaskus Suriah. Khutbah dilakukan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
Isi dari khotbah adalah pembahasan tentang perjalanan nabi Ibrahim dan makna kebesaran Allah swt.
Khutbah ditutup dengan do’a terutama do’a untuk saudara-saudara kita di Palestina, Sudan, Yaman dan beberapa negara lain yang dala
Selesai salat Id kami bersalaman, dan berbincang-bincang, juga disediakan aneka makanan ringan dan minuman.
Saya sempat mengobrol dengan vice president dari Japan Muslim Association, yaitu Kyoko Soda.

Ia membawa saya ke lantai-3, ruangan yang digunakan salat Id untuk jamaah laki-laki, ruangan itulah yang disebut masjid Gotanda. Jamaah perempuan sholat di lantai 2.
Masjid-masjid di Tokyo tidak sama seperti masjid di Indonesia yang luas. Masjid-masjid di Tokyo ukuran bangunannya lebih kecil.
Di Jepang tidak ada pemotongan hewan kurban di masjid-masjid seperti di Indonesia. Hewan kurban dipotong di tempat pemotongan khusu hewan. Jadi tidak ada pemandangan hewan kurban di sembelih.
Hari ini akan menjadi Idul Adha yang tidak terlupakan bagi saya. Pertemuan dengan teman-teman muslim dari Jepang dan berbagai negara lain telah menunjukkan kepada saya akan Islam yang damai.









