Ketua MUI Kota Tangerang: Idul Adha Bukan Sekadar Kurban, Tapi Soal Keikhlasan Berbagi

Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khotib

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khotib, mengajak umat Islam untuk memahami makna Idul Adha secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa hari raya kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga soal keikhlasan dalam berbagi kepada sesama.

“Idul Adha itu kan, Id itu artinya lebaran, Adha itu artinya penyembelihan. Yang disembelih itu adalah hewan, hewan yang dikurbankan oleh seseorang yang Allah kasih kelebihan rezeki,” ujarnya kepada Lensa Banten saat ditemui di Kantor MUI Kota Tangerang pada Senin, 27 April 2026.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, makna utama Idul Adha adalah bagaimana umat Islam belajar untuk berkorban dalam berbagai aspek kehidupan. Ia menekankan bahwa nilai pengorbanan tidak hanya diukur dari hewan kurban, tetapi dari ketulusan hati.

“Makna di balik Idul Adha adalah bagaimana kita umat Islam belajar untuk berkorban. Berkorban bukan soal kambingnya, tapi ini kan simbol. Tidak berarti yang tidak mampu membeli hewan kurban tidak ikut berkorban, karena itu sesuai kapasitas dan kemampuan,” katanya.

“Ini momentum kita diajarkan mau berkorban untuk orang lain, terutama kepada saudara kita yang membutuhkan, baik itu harta, tenaga, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Penetapan Idul Adha Tunggu Pemerintah

Terkait penetapan Hari Raya Idul Adha, MUI Kota Tangerang akan mengikuti keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama berdasarkan hasil sidang Badan Hisab Rukyat.

“Kita mengacu kepada keputusan pemerintah. Penetapannya nanti akan disampaikan oleh Kementerian Agama berdasarkan hasil musyawarah Badan Hisab Rukyat,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah guna menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah.

“Kita harapkan umat Islam menunggu dan mengikuti apa yang disampaikan oleh pemerintah kita,” tambahnya.

Jadwal Idul Adha 2026

Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 10 Zulhijjah 1447 H diperkirakan bertepatan dengan 27 Mei 2026. Pemerintah juga telah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional Idul Adha melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Meski demikian, penetapan resmi Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Agama. Sidang tersebut mengacu pada metode hisab dan rukyat untuk memastikan awal bulan Zulhijjah.

Pesan untuk Jemaah Haji

Dalam menyambut Idul Adha, ia menyebut perayaan ini memiliki nuansa berbeda dibanding Idul Fitri karena berkaitan dengan ibadah haji di Tanah Suci. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih menekankan pada pengambilan hikmah dibanding sekadar perayaan.

“Ya kita menyambut dengan baiklah, dengan sukacita, dan tentu dengan makna yang harus pelan-pelan kita ambil dari datangnya Idul Adha,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada warga Kota Tangerang yang menunaikan ibadah haji agar diberikan kelancaran serta turut mendoakan kebaikan bagi daerah dan bangsa.

“Mudah-mudahan Allah kasih kemudahan dan kelancaran. Kami titip doa agar kota ini menjadi kota yang baik dan negeri kita diberikan keberkahan,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.