CILEGON, LENSABANTEN.CO.ID — Banyak orang membiarkan charger menancap di stopkontak setelah ponsel penuh, dengan alasan malas mencabut atau “nanti juga dipakai lagi”. Pertanyaannya: apakah charger yang menganggur itu benar-benar tidak memakai listrik?
Jawabannya tidak. Charger yang tetap tertancap meski tidak mengisi daya masih mengonsumsi listrik dalam jumlah kecil, yang dikenal sebagai daya siaga atau standby power. Menurut Listrik Indonesia, anggapan bahwa charger yang tertancap tidak mengonsumsi listrik adalah mitos.
Kenapa Bisa Terjadi
Penyebabnya ada di dalam adaptor. Adaptor charger memiliki komponen elektronik yang tetap bekerja selama terhubung ke sumber listrik, sehingga aliran listrik tetap terjadi. Fenomena ini dikenal dengan sejumlah istilah, seperti standby power, phantom load, atau vampire power.
Seberapa Besar Konsumsinya
Angkanya memang kecil. Listrik Indonesia menyebut konsumsi charger tanpa beban umumnya kurang dari satu watt, jauh lebih rendah dibanding saat mengisi daya. Data yang dikutip dari CNBC Indonesia menunjukkan charger ponsel dan elektronik kecil memakai sekitar 0,2 hingga 2 watt, sedangkan charger kendaraan listrik atau sepeda listrik sekitar 0,3 hingga 5 watt.
Sebagai gambaran, hitungan sederhana (estimasi, bukan dari sumber di atas): satu charger yang memakai 0,2 watt dan tercolok sebulan penuh menghabiskan sekitar 0,14 kWh. Dengan tarif rumah tangga sekitar Rp1.400-an per kWh, biayanya hanya beberapa ratus rupiah. Untuk satu charger, dampaknya nyaris tak terasa.
Masalahnya Ada di Akumulasi
Persoalan muncul ketika jumlahnya banyak. Bila banyak charger atau perangkat lain terus terhubung sepanjang waktu, akumulasi daya siaga dapat meningkatkan penggunaan energi rumah tangga secara keseluruhan. Selular.ID mencatat bahwa rumah modern biasanya memiliki puluhan perangkat elektronik.
Soal porsi dalam tagihan, sumber-sumber memberi angka yang sedikit berbeda. Mengutip Departemen Energi AS yang menyebut standby power menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari total konsumsi energi rumah tangga. Perlu dicatat, angka itu mencakup semua perangkat siaga, bukan hanya charger. Peralatan seperti audio punya beban yang jauh lebih besar.
Tidak Semua Daya Siaga Sia-sia
Berkeley Lab menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus standby power memang dibutuhkan untuk fungsi latar belakang, seperti menjaga koneksi jaringan tetap aktif atau mencegah jam digital ter-reset saat listrik padam singkat. Kulkas dan pendingin ruangan pun harus tetap terhubung karena fungsinya yang vital. Artinya, yang layak dicabut adalah perangkat yang memang tidak perlu menyala terus, termasuk charger.








