TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Warga juga diminta menghemat penggunaan air serta menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Kondisi Air Bersih Masih Aman
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan wilayah Banten secara umum telah memasuki musim kemarau berkepanjangan. Meski sejumlah daerah di kabupaten dan kota lain mulai mengalami dampak kekeringan, kondisi ketersediaan air bersih di Kota Tangerang hingga kini masih aman.
“Kalau secara umum memang di Banten itu sudah masuk musim kemarau yang berkepanjangan. Di Kota Tangerang sampai saat ini alhamdulillah masih belum ada informasi dan permintaan dari masyarakat terkait bantuan air,” kata Mahdiar, saat dikonfirmasi Lensa Banten pada Senin, 27 Juli 2026.
Mahdiar menyebut kondisi Sungai Cisadane saat ini masih tergolong aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, apabila terjadi penurunan debit air akibat kemarau berkepanjangan, kondisi tersebut secara logika dapat berpengaruh terhadap produksi air bersih.
“Kalau memang terjadi penurunan debit, pastinya secara logika akan cukup berpengaruh juga terhadap produksi PDAM. Tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujarnya.
Warga Diminta Hemat Air dan Waspada Kebakaran
Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan air dalam aktivitas sehari-hari. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang meningkat saat kondisi cuaca panas dan kering.
“Kita mulai lakukan penghematan-penghematan dalam penggunaan air di setiap rumah masing-masing. Lalu juga antisipasi lainnya adalah kita harus hindari pembakaran sampah ataupun kebiasaan membuang puntung rokok dan lain sebagainya yang rawan terbakar,” jelasnya.
Mahdiar mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar empat minggu terakhir, BPBD Kota Tangerang mencatat sekitar 12 hingga 13 kejadian kebakaran yang berkaitan dengan semak belukar dan area lainnya. Sementara itu, untuk kejadian kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih, hingga saat ini belum ada laporan di wilayah Kota Tangerang.
BPBD Berikan Edukasi Kebencanaan di Festival Cisadane
Di sisi lain, BPBD Kota Tangerang memanfaatkan momentum Festival Cisadane 2026 untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Melalui stan yang dibuka dalam kegiatan tersebut, BPBD memperkenalkan berbagai peralatan sekaligus menampilkan dokumentasi kegiatan penanggulangan bencana yang telah dilakukan.
“Ketika ada adik-adik kita dari sekolah-sekolah, kita juga lakukan upaya edukasi kepada mereka yang datang. Edukasinya tentang pemadaman kebakaran dasar dan juga kebencanaan yang kita lakukan,” tuturnya.
Mahdiar mengatakan edukasi tersebut menyasar masyarakat secara umum, termasuk para pelajar yang mengunjungi stan BPBD di Festival Cisadane. Ia berharap pengetahuan mengenai penanganan dasar kebakaran dan kebencanaan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
BPBD Kota Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti informasi dan peringatan terkait kondisi cuaca selama musim kemarau. Kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kekeringan maupun kebakaran di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.








