KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Indonesia saat ini dalam status darurat judi online. Disebutkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi terjadi perputaran uang dalam judi online di Indonesia mencapai Rp327 triliun sepanjang tahun 2023.
Pemerintah daerah (Pemda) pun harus aktif untuk melakukan pencegahan secara dini melalui kebijakan yang sesuai dan tepat.
Untuk di Kota Tangerang, Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang menilai perlu dilakukan pencegahan di masyarakat agar mengenali bahaya judi online di semua level masyarakat.
“Untuk masyarakat tentu bagian dari kami menegakan akhlakul karimah, orang tidak berkumpul tidak melakukan kegiatan-kegiatan perjudian nanti kami bergerak menegakan Perda,”tegasnya ditemui di Pemkot Tangerang, Rabu, 12 Juni 2024.
Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sophian mengimbau agar masyarakat peduli untuk menjauhi judi online yang saat ini menjangkit di semua level umur.
Seperti yang diketahui korban judi online saat ini bermunculan di beberapa daerah di Indonesia. Maka itu, kata Tihar penting agar sejak dini orang tua mengawasi anaknya agar tidak terjebak judi online.
“Kami sampaikan dan imbau anak-anak khususnya tidak sekali kali kegiatan yang bersifat merugikan dan bergabung dengan forum anak untuk bersama sama menjadi pelopor dan pelapor,”ujarnya.
Lebih jauh, Tihar menuturkan jika ada yang menemukan adanya praktek judi online di sekitarnya untuk segera melaporkan ke pihak-pihak terkait.
“Bisa lapor ke PPA yang ada di Dinas atau Pemkot Tangerang karena disini ada konseling, pendampingan hukum dan lain-lain,”pungkasnya.








