Pertama di Dunia! Garuda Indonesia Terbang dengan Bahan Bakar Energi Baru Terbarukan

Ini merupakan tonggak sejarah, di mana Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar energi terbarukan berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit).

TANGERANG,  LENSABANTEN.CO.ID  –  Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meresmikan pengoperasian penerbangan komersial dengan menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) Bioavtur J2.4 dalam penerbangan khusus bertajuk #FromNatureToFuture dengan rute Jakarta – Solo pulang-pergi.

Ini merupakan tonggak sejarah, di mana Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan komersial pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar energi terbarukan berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit).

Bacaan Lainnya

Penerbangan ini dilakukan dengan menggunakan armada Boeing 737-800NG (PK-GFX) dan berangkat dari Jakarta dengan nomor penerbangan GA-1547 pada pukul 15.00 WIB. Kemudian, pesawat tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, pada pukul 16.20 WIB. Untuk rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Solo dengan nomor penerbangan GA-2547 pada pukul 17.50 WIB dan tiba kembali di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 19.05 WIB.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi Garuda Indonesia dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon dengan mengoperasikan penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur J2.4.

Ia juga menyoroti kolaborasi sukses dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina Group, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Direktorat Kelaiakudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI, Tim Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), BPDPKS, dan APROBI.

“Dengan sinergi strategis yang terjalin dalam upaya merintis penggunaan energi terbarukan melalui penggunaan bioavtur ini, kami optimistis visi mewujudkan ekosistem aviasi Indonesia yang berbasis green sustainability dapat terealisasi secara berkesinambungan, selaras dengan berbagai langkah lain yang dilaksanakan Pemerintah,”ujar Irfan, Jumat 27 Oktober 2023.

Penerbangan ini menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan dan produksi Sustainable Aviation Fuel sesuai dengan standar kriteria Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Ini akan menjadi langkah penting dalam menjajaki secara bertahap penggunaan bahan bakar terbarukan dalam sektor industri aviasi.

Irfan juga menyampaikan optimisme bahwa dengan sinergi strategis antara Garuda Indonesia dan berbagai sektor energi terbarukan, visi mewujudkan ekosistem aviasi Indonesia yang berbasis green sustainability dapat terealisasi secara berkesinambungan, selaras dengan upaya yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia.

Dalam penerbangan bertajuk #FromNatureToFuture ini, Garuda Indonesia juga memperkenalkan berbagai produk ramah lingkungan, seperti selimut yang dapat digunakan sebagai sabuk, pembungkus makanan dari kertas, dan peralatan makan dari kayu. Selain itu, mereka mengoperasikan baggage towing truck yang merupakan layanan kendaraan listrik dari Gapura Angkasa.

Garuda Indonesia bertekad untuk terus berkontribusi dalam mencapai target Net Zero Emission yang telah ditetapkan Indonesia untuk tahun 2060. Ini akan dicapai melalui rangkaian inisiatif yang mencakup penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, dan pemanfaatan teknologi digital, dengan menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama.

““Dalam rangka mendukung capaian target Indonesia menuju Net Zero Emission di tahun 2060 nanti, Garuda Indonesia secara berkesinambungan akan terus menghadirkan rangkaian inisiatif yang tidak hanya berfokus pada penggunaan energi baru terbarukan namun juga pada upaya-upaya efisiensi energi,”pungkasnya.

 

BACA  JUGA  :

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.