KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Petugas UPT Damkar Cibodas mengevakuasi seekor sapi kurban yang sempat terlepas di kawasan Jalan LP Wanita, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Rabu, 27 Mei 2026 pagi.
Laporan mengenai sapi lepas tersebut diterima petugas sekitar pukul 09.15 WIB melalui layanan Mako/112 dari seorang pelapor bernama Adi. Setelah menerima informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 09.20 WIB.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman mengatakan, petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait sapi kurban yang terlepas saat hendak disembelih.
“Begitu laporan masuk, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan agar sapi tidak membahayakan warga sekitar,” ujarnya kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.45 WIB. Petugas damkar bersama personel lainnya melakukan upaya penanganan dengan metode jebakan di area pergudangan VIVO untuk mempersempit ruang gerak hewan tersebut.
“Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena kondisi sapi cukup agresif dan terus bergerak. Personel berupaya memastikan situasi tetap aman,” kata Andia.
Berdasarkan kronologi kejadian, sapi kurban tersebut terlepas karena tali pengikat yang digunakan dilaporkan rapuh hingga akhirnya putus. Hewan itu kemudian berlari keluar dari lokasi penyembelihan dan sempat membuat warga sekitar panik.
Andia menambahkan, kerja sama antarpersonel menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses evakuasi tersebut. Menurutnya, koordinasi cepat membuat sapi berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.
“Alhamdulillah sapi berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.50 WIB dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkapnya.
Untuk menangani kejadian itu, UPT Damkar Cibodas menerjunkan dua unit kendaraan operasional jenis Rangga serta melibatkan personel dari Pos Belendung dan Mako. Total terdapat 13 personel gabungan yang ikut dalam proses evakuasi.
BPBD Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat agar memastikan tali pengikat hewan kurban dalam kondisi kuat dan aman sebelum proses penyembelihan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.









