Tama Yuri Bicara soal Cinta dan Luka Lewat Album “Biar Aku Dianggap Beruntung”

foto dok. tama yuri
foto dok. tama yuri

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Penyanyi sekaligus penulis lagu Tama Yuri tidak hanya menjadikan album perdana Biar Aku Dianggap Beruntung sebagai karya musik. Album berisi 11 lagu tersebut juga menjadi ruang bagi Tama untuk membagikan pengalaman sekaligus menyuarakan semangat perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Karya yang mengusung warna pop alternatif itu merangkum perjalanan emosional dalam tiga fase, yaitu jatuh cinta terlalu dalam, keterpurukan, dan penerimaan. Ketiga fase tersebut dirangkai melalui lagu-lagu yang memiliki cerita masing-masing tetapi tetap terhubung dalam satu benang merah.

Bacaan Lainnya

Tama membuka perjalanan album melalui “Canggung”, “Dua Sisi”, dan “Tetap Cinta Selamanya Cinta”. Ketiga lagu tersebut menggambarkan fase ketika seseorang larut dalam perasaan cinta. Cerita kemudian berubah melalui “Duri”, “Hari yang Berat”, “Biasa Saja”, dan “Katanya Rela” yang membawa suasana keterpurukan.

Empat lagu terakhir, yakni “Bukan Salahku”, “Sudut Pandang”, “Good Shower”, dan “Biar Aku Dianggap Beruntung”, menjadi bagian ketika karakter dalam cerita mulai menerima keadaan. Bagi Tama, fase tersebut menjadi titik penting dalam memahami bahwa keberuntungan tidak selalu hadir dalam bentuk kehidupan tanpa masalah.

“Untuk semua hal pahit yang datang, aku taburin gula biar tetap terasa manis, dan terus tersenyum walau dunia di sekeliling menggerus. Sampai akhirnya aku dianggap beruntung,” ujar Tama Yuri.

Dalam pengerjaannya, Tama menggandeng Fareeq Angkasa, Awal Awe, Milfarasi, serta kolektif Usaha Terbaik Kita yang terdiri dari Yabes Yuniawan, Ikhwan Hastanto, dan Lintang Larasati. Sebagian besar produksi album berlangsung di Yogyakarta, mulai dari rekaman instrumen, pengarahan vokal, vokal latar, hingga penataan dan penyelarasan suara.

Proses kreatif tersebut juga memperlihatkan bagaimana Tama menjadikan pengalaman personal sebagai materi untuk berkarya. Ia ingin lagu-lagu dalam album ini dapat menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berada dalam masa sulit dan membutuhkan ruang untuk memahami perasaannya.

Lebih jauh, Tama membawa pesan bahwa perempuan memiliki hak untuk bersuara, mengakui ketika merasa lelah, mencintai dengan caranya sendiri, serta memilih untuk tetap bertahan. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari semangat yang ingin dibawa melalui album independennya.

Rangkaian perilisan *Biar Aku Dianggap Beruntung* juga akan dilengkapi dengan workshop membuat zine di Jakarta. Peserta nantinya dapat menuangkan refleksi mereka dalam bentuk zine sambil ditemani lagu-lagu Tama serta mendapatkan merchandise eksklusif.

Album *Biar Aku Dianggap Beruntung* kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai layanan streaming digital. Kehadiran album tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan Tama Yuri setelah sebelumnya memperkenalkan sejumlah single sejak 2024. (san/*) #foto dok. tama yuri

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.