TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan manfaatnnya kian terasa di masyarakat. Begitu banyak yang tertolong dan mampu memperbaiki kualitas hidupnya.
Salah satunya adalah Nomeaivy Valencia (29) yang tengah berjuang melawan gagal ginjal sejak setahun silam. Dia tidak pernah menyangka akan mengalami sakit seperti ini. Apalagi mengharuskannya menjalani terapi cuci darah secara rutin dua kali dalam seminggu.
Semua bermula sejak dua tahun lalu dirinya menderita sakit disekitar ulu hatinya. Selama ini Nome hanya menahan rasa sakit sambil mengonsumsi obat untuk mengurangi rasa sakitnya.
Semakin lama sakitnya semakin tak tertahan. Karena saran keluarga Nome akhirnya memeriksakan dirinya ke klinik tempatnya terdaftar. Nome dinyatakan menderita gastritis. Gastritis yang dideritanya ini termasuk dalam kategori kronis. Namun Nome tidak melanjutkan lagi pengobatan sakit yang dideritanya.
“Sebelum dinyatakan gagal ginjal, saya pernah berobat ke dokter keluarga sekitar dua tahun yang lalu menggunakan kartu JKN. Saat itulah saya dinyatakan menderita gastritis, langsung ditangani dokter dan diresepkan beberapa obat. Awalnya sudah membaik, tapi karna saya juga makan sembarangan sakitnya sering kambuh. Setiap kali kambuh saya hanya minum obat, tidak pernah lagi kontrol ke dokter. Kalau kata dokter hal ini yg membuat ginjal saya jadi rusak, terlalu sering minum obat dan tidak sesuai ketentuan,” terangnya, Jumat, 19 Januari 2024.
Sejak dinyatakan harus rutin cuci darah, Nome memutuskan berhenti bekerja agar fokus menjalani pengobatan. Bersyukur, warga Kota Tangerang ini telah terdaftar sebagai peserta Program JKN sejak tahun 2018 silam.
Dirinya tak perlu bingung dan khawatir tentang pembiayaan terapi cuci darah yang dia jalani saat ini karena semuanya dijamin oleh JKN. Nome kini tenang dan dapat fokus terhadap kesembuhannya.
Setiap seminggu Abas harus menjalani cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.
“Awalnya bingung, uang darimana untuk membayar biaya cuci darah. Untuk kebutuhan sehari-hari saja masih pas-pasan. Sampai saat pertama masuk rumah sakit dan di lakukan cuci daran, pikiran saya masih sangat risau. Biayanya saja sudah besar, bagaimana saya harus cuci darah 2 kali dalam seminggu. Beruntungnya, dokter dan perawat menenangkan saya sambil memasangkan alat di tangan saya. Ternyata semua tindakan seperti ini tidak di kenakan biaya. Saya sangat terharu dan saya tidak bisa berkata apa – apa, rasa syukur ini sangatlah besar,” kata Nome.
Selama menjalani pengobatan Nome tak pernah menemukan kendala dalam pelayanan kesehatan yang dijalani. Ia bahkan merasa takjub dengan pelayanan para petugas kesehatan di RSUD Tangerang yang ramah dan sangat membantu.
Setahun cuci darah, ia merasa menemukan keluarga baru. Dengan pelayanan terbaik yang didapatkan ia percaya, selama dirinya berpikir positif dan yang baik-baik demi kesembuhan, maka kebaikan akan selalu kembali kepadanya.
“Adanya Program JKN ini memberikan harapan dan semangat baru bagi kami para pejuang cuci darah. Sekaligus menyadarkan jika kesehatan itu penting dan wajib kita jaga. Selama menjalani cuci darah, saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, benar-benar nol rupiah. Saya sangat lega dan bersyukur. Program JKN ini sangat penting dan tidak tergantikan. Selain itu, dukungan dari rekan-rekan yang sedang sama-sama berjuang, serta petugas medis dirumah sakit yang terus memberikan pelayanan prima, seperti suntikan semangat untuk kesembuhan saya,” ungkap Nome.
Sebagai peserta JKN, Nome merasakan betul manfaat jaminan kesehatan yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan itu. Dirinya berharap Program JKN dapat berjalan baik dan menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia.
Di akhir wawancara, Nome mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi tetap sehat. Apabila badan terasa sakit wajib segera konsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu dan jangan lupa untuk membayar iuran agar JKN tetap aktif.
“Terima kasih Program JKN, bantuan yang saya terima selama menjalani perawatan tidak akan saya sia-siakan. Saya terus semangat menjalani pengobatan sampai sembuh dan memberikan semangat kepada pejuang hemodialisa yang lain. Semoga JKN-KIS selalu ada, menjadi penolong untuk bebas dari penyakit. Saya dan keluarga juga berterima kasih kepada peserta JKN yang secara gotong-royong telah rutin membayar iuran. Dari iuran yang anda bayarkan, kami pasien hemodialisa dapat terbantu. Kalian adalah pahlawan kami,” tutupnya.








