KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah kejadian kekerasan yang melibatkan dua pelajar SMK di Kabupaten Tangerang, kini menjadi sorotan setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di SMK Yuppentek 2, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dan melibatkan dua siswa kelas 10 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Muhamad Farihin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Yuppentek 2 Curug, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada 12 Oktober 2023, saat pergantian jam pelajaran. Kejadian dimulai dari ejekan gegar antara dua siswa tersebut, di mana korban, yang diidentifikasi sebagai D, mengejek pelaku, yang diidentifikasi sebagai R. Ejekan tersebut memicu amarah R, yang kemudian memutuskan untuk menyerang D.
“Saat itu D mengejek pelaku R, sehingga pelaku kesal dan memukul korban dengan menonjok beberapa bagian tubuh, sampai akhirnya korban tersungkur di lantai,” ungkap Muhamad Farihin, Jumat 13 Oktober 2023.
Pihak sekolah cepat tanggap dalam menghadapi situasi ini, dan mereka segera melerai kedua siswa tersebut. SMK Yuppentek 2 Curug memiliki kebijakan yang sangat tegas terkait dengan perilaku kekerasan dan bullying, dan kejadian semacam ini tidak dibenarkan.
Setelah kejadian, pihak sekolah memanggil kedua orang tua siswa yang terlibat dan menyelidiki insiden tersebut. Kedua keluarga akhirnya mencapai kesepakatan secara kekeluargaan dengan pembuatan surat perjanjian. Namun, setelah video kekerasan ini viral di media sosial, kasus tersebut kembali mendapat perhatian dan kini melibatkan pihak kepolisian.
Video kekerasan antara kedua siswa SMK ini telah menjadi perhatian masyarakat dan menjadi bukti akan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.










