146 Sekolah Swasta Digratiskan, Pemkot Tangerang Perluas Akses Pendidikan

Gubernur Banten Andra Soni Fokuskan Program Sekolah Gratis dan Peningkatan SDM
META AI. Gubernur Banten Andra Soni Fokuskan Program Sekolah Gratis dan Peningkatan SDM

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) terus memperkuat komitmennya lewat program sekolah gratis demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendorong pemerataan akses di sektor pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyu Iskandar, menegaskan program ini sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah. Tujuannya untuk memastikan seluruh warga bisa mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.

Bacaan Lainnya

“Sekolah gratis ini adalah salah satu bentuk intervensi dari pemerintah daerah untuk memberikan layanan pendidikan ke seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mempertahankan kesetaraan dan inklusivitas,” ujarnya kepada awak media usai apel di Puspemkot Tangerang, pada Senin, 4 Mei 2026.

146 Sekolah Swasta Terlibat

Sebanyak 146 sekolah swasta kini telah tergabung dalam program sekolah gratis di Kota Tangerang. Jumlah tersebut terus bertambah setiap tahun seiring perluasan program.

“Kurang lebih ada 146 sekolah swasta yang sudah kami gratiskan, dan setiap tahun ada penambahan sekitar belasan sekolah,” jelasnya.

Program ini melengkapi kebijakan sekolah negeri yang sebelumnya sudah sepenuhnya digratiskan. Dengan begitu, masyarakat memiliki alternatif pendidikan yang lebih luas.

“Semua warga tidak hanya bisa bersekolah di negeri, tapi juga di swasta yang sudah masuk program gratis ini,” tambahnya.

Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

Program ini menjangkau puluhan ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Bantuan diberikan dengan nominal berbeda sesuai tingkat pendidikan.

“Untuk SD swasta dan MI ada sekitar 8.400 siswa, sementara SMP dan MTS jumlahnya lebih dari 16 ribu siswa, dengan bantuan diberikan tiap semester,” paparnya.

Skema bantuan ini juga mencakup pembiayaan operasional sekolah agar siswa tidak terbebani biaya tambahan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan.

Tak hanya siswa, tenaga pengajar juga mendapatkan perhatian melalui pemberian insentif tambahan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas pendidikan.

“Bentuk insentif ini tidak hanya untuk murid, tapi juga diberikan kepada guru sebagai tambahan pendapatan dari pemerintah,” katanya.

Peran guru dinilai sangat penting dalam keberhasilan program sekolah gratis ini. Karena itu, kesejahteraan mereka turut menjadi fokus pemerintah.

Anggaran Miliaran per Jenjang

Pemerintah Kota Tangerang mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung program ini di tiap jenjang pendidikan. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp2,7 miliar hingga Rp29 miliar, dengan alokasi terbesar pada jenjang Sekolah Dasar swasta.

“Secara keseluruhan masing-masing jenjang itu dari mulai 7 miliar, 29 miliar, sampai dengan 2,7 miliar. Bantuan tertinggi itu ada di jenjang Sekolah Dasar swasta karena cukup banyak jumlahnya,” ungkapnya.

Besarnya anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan program berjalan optimal. Fokus utama tetap pada pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.

Akses Terbuka untuk Semua Warga

Program ini juga membuka peluang bagi anak jalanan dan warga kurang mampu untuk bersekolah. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua orang.

“Semua warga negara punya hak yang sama, selama dia warga Kota Tangerang dipersilakan untuk masuk sekolah, yang penting ada kesadaran akan pentingnya pendidikan,” tegasnya.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Tangerang berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan biaya. Pemerataan dan inklusivitas pendidikan terus menjadi prioritas utama.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.