154 Warga Jalani Pemeriksaan, Dinkes Kabupaten Tangerang Siagakan Lima Posko Kesehatan

KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Sebanyak lima posko kesehatan didirikan untuk mengantisipasi bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Bacaan Lainnya

Lima Posko Kesehatan Disiagakan

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan pelayanan kesehatan didukung oleh empat puskesmas, yakni Puskesmas Rajeg, Sukatani, Mauk, dan Sukadiri.

Sebanyak 25 tenaga kesehatan juga diterjunkan secara bergantian selama 24 jam untuk melayani masyarakat.

“Kami membuka empat posko kesehatan dan satu pos siaga di kawasan TPA Jatiwaringin. Personel yang kami turunkan sekitar 25 orang dan akan bergantian berjaga setiap hari,” kata dr. Hendra, saat dikonfirmasi Lensa Banten pada Rabu, 1 Juli 2026.

Ratusan Warga Jalani Pemeriksaan

Hingga saat ini, sebanyak 154 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan akibat terdampak kepulan asap kebakaran. Sebagian besar pasien mengalami keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga dipicu iritasi akibat paparan asap.

“Mayoritas yang datang mengalami ISPA. Tadi juga ada satu ibu hamil yang mengalami gangguan pernapasan sehingga kami rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Hendra, pasien yang menjalani pemeriksaan berasal dari berbagai kelompok usia.

Namun, jumlah terbanyak masih didominasi warga dewasa, sedangkan anak-anak relatif lebih sedikit karena sebagian besar telah dievakuasi oleh keluarganya ke lokasi yang lebih aman.

Imbauan Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Dinkes Kabupaten Tangerang telah menginstruksikan seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, stok masker juga ditambah agar dapat segera didistribusikan apabila sebaran asap meluas ke wilayah lain.

“Kami meminta masyarakat segera menjauh apabila berada di lokasi yang dipenuhi asap. Jika tidak memungkinkan, gunakan masker agar risiko gangguan saluran pernapasan dapat dikurangi,” pungkas dr. Hendra.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama asap masih menyelimuti kawasan sekitar TPA Jatiwaringin. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya akibat paparan asap.

Kebakaran Masih Berlangsung

Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali dilaporkan pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga berita ini diterbitkan, kebakaran telah berlangsung lebih dari 24 jam dan proses pemadaman masih terus dilakukan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tangerang, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya masih berjibaku memadamkan api yang masih menyala di sejumlah titik.

Pemerintah berharap proses pemadaman dapat segera dituntaskan sehingga dampak asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.