KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kebakaran tumpukan puing berupa ranting dan dahan pohon di wilayah Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Jumat hingga Senin, 7 September 2026 masih terus ditangani petugas pemadam kebakaran. Api yang membakar tumpukan material tersebut bahkan telah berlangsung selama empat hari.
Danru 2 UPT Damkar Pos Pinang, Robi Kriswandana, mengatakan petugas masih berjibaku memadamkan api karena material yang terbakar cukup tebal. Tumpukan ranting dan dahan pohon tersebut memiliki ketebalan hampir dua meter sehingga menyulitkan proses pemadaman.
“Untuk saat ini kami berusaha semaksimal mungkin dalam pemadamannya. Karena yang terbakar tumpukan puing-puing, ranting dan dahan pohon, ketebalannya hampir dua meter,” kata Robi, saat ditemui Lensa Banten di Lokasi Kebakaran.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas mendapat bantuan dua unit ekskavator untuk mengurai tumpukan material yang terbakar. Penguraian diperlukan agar petugas dapat menjangkau titik-titik api yang berada di bagian dalam tumpukan.
“Awalnya kendalanya harus diurai, karena sampahnya harus diurai untuk penanganannya. Alhamdulillah sekarang sudah ada dua unit ekskavator,” ujarnya.
Pada penanganan hari ini, sebanyak 10 armada pemadam kebakaran dikerahkan dengan melibatkan 40 personel. Armada tersebut terdiri dari dua unit dari Mako, tiga unit dari Ceper, tiga unit dari Pos Pinang, dan dua unit dari Ciledug.
Penyebab Kebakaran Belum Dipastikan
Terkait penyebab kebakaran, Robi menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti sumber api. Namun, berdasarkan informasi dari warga sekitar, terdapat aktivitas pembakaran pada hari pertama kejadian.
“Kalau dugaan sementara saya belum tahu pastinya. Cuma kata warga sekitar ada yang bakar waktu hari H-nya,” jelasnya.
Petugas hingga kini masih fokus melakukan proses pemadaman di lokasi kejadian. Status maupun asal tumpukan material yang terbakar juga masih belum dapat dipastikan secara jelas.
Asap Tebal Ganggu Pernapasan
Kepulan asap dari kebakaran tersebut turut dirasakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Keluhan yang muncul dari warga mayoritas berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat asap yang cukup tebal.
“Banyak keluhannya pernapasan, karena asapnya cukup tebal. Yang dikeluhkan cuma pernapasan,” tuturnya.
Meski terdapat keluhan akibat asap, hingga kini belum ada proses evakuasi terhadap warga di sekitar lokasi. Petugas masih melakukan penanganan sambil memantau kondisi masyarakat terdampak.
Warga Diminta Pakai Masker
Robi mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk menggunakan masker selama proses pemadaman berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan karena asap cukup tebal dan jarak pandang di sekitar lokasi juga terbatas.
“Pertama gunakan masker, karena jarak pandang juga terbatas. Intinya gunakan masker saja untuk saat ini,” imbuhnya.
Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Penanganan dilakukan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali membakar tumpukan puing.








