“Matilah Kau Mati” dan Pesan Keberanian yang Tak Pernah Padam dari Semesta Laut Bercerita

foto dok. ig@filmlaut bercerita
foto dok. ig@filmlaut bercerita

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – “Lekas menjadi bagian api, tumbuhkan nyali.” Larik tersebut menjadi pembuka yang mengantarkan pendengar pada energi *Matilah Kau Mati*, lagu yang menjadi Original Soundtrack film Laut Bercerita.

Lagu ini mempertemukan Efek Rumah Kaca, Knogg, dan penulis novel “Laut Bercerita”, Leila S. Chudori. Di balik musiknya terdapat pesan tentang keberanian yang terus tumbuh, bahkan ketika suara seseorang berusaha dibungkam.

Bacaan Lainnya

Lirik lagu ini berangkat dari puisi Leila dalam novel “Laut Bercerita” yang sebelumnya berjudul “Di Hari Kematianku”. Dalam proses pengembangannya, Leila menggabungkan puisi tersebut dengan larik “Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali”.

Larik tersebut diciptakan oleh penyair Sutardji Calzoum Bachri dan menjadi bagian penting dari semesta “Laut Bercerita”. Karena itu, Leila menilai nama Sutardji harus tercantum sebagai salah satu pencipta lirik.

Perubahan judul dari “Di Hari Kematianku” menjadi “Matilah Kau Mati” juga lahir dari kesepakatan Leila dan Cholil Mahmud.

Bagi Leila, kalimat tersebut bukan sekadar permainan kata, melainkan representasi dari keberanian yang akan terus muncul meskipun seseorang berusaha membungkamnya. “Meski kita dibungkam atau dipaksa agar takut berbicara, pasti akan bertumbuh keberanian lain di mana-mana,” ujar Leila S. Chudori.

Ia menggambarkan keberanian sebagai sesuatu yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain. “Kita yang dibungkam, orang lain akan bicara. Orang lain dibungkam, akan ada lagi yang berbicara,” katanya.

Menurut Leila, keberanian pada akhirnya tidak mengenal kata selesai. “Keberanian itu tidak akan pernah mati. Mungkin saat ini kita merasa keberanian itu dibungkam, dikubur, tapi akan lahir berkali-kali. Keberanian itu akan lahir di mana saja,” lanjutnya.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik oleh Cholil Mahmud bersama Efek Rumah Kaca. Cholil mengolah demo musik yang telah dimilikinya setelah menerima tawaran dari Leila untuk menggarap soundtrack film.

Kolaborasi dengan Knogg kemudian memperkaya warna musik melalui aransemen elektronik dan synthesizer. Bagi Cholil, pendekatan tersebut memberikan spektrum baru bagi musik Efek Rumah Kaca.

“Lagu “Matilah Kau Mati” ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya. Bahwa semangat baik sebenarnya bertebaran di banyak tempat dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga, asalkan kita mau mengubah dan mentransformasikannya,” kata Cholil.

Knogg kemudian membawa karakter bunyi yang lebih eksperimental. Ia menonjolkan synthesizer tajam dan terdistorsi di bagian chorus.

“Instrumen yang ingin saya tonjolkan adalah suara synth yang tajam, yang terdistorsi, itu ada di bagian chorus (reff) lagunya,” ujar Knogg.

Menurut Knogg, karakter suara tersebut memang sesuai dengan ketertarikannya dalam membangun ketegangan musikal.

“Saya memang selalu ingin bikin lagu dengan synth yang terdistorsi dan mempunyai nada dissonance seperti itu. Saya lebih suka sesuatu yang terdistorsi ketika membangun ketegangan. Selain itu, saya menaruh instrumen snare di bagian akhir,” tuturnya.

Namun, Knogg tidak berhenti pada eksperimen bunyi. Ia juga ingin memastikan pesan keberanian dalam lagu tersebut terasa secara musikal. “Di bagian pertengahan lagu, di bagian chorus, awalnya belum ada fighting spirit-nya,” ujarnya.

Setelah melalui proses kreatif bersama Cholil, ia memutuskan memperkuat dinamika lagu. “Akhirnya saya memutuskan untuk menambahkan lebih banyak pergerakan, lebih banyak fighting spirit di lagu,” ungkap Knogg.

Perpaduan tersebut menghasilkan lagu yang terdengar lembut di permukaan, tetapi menyimpan tekanan dan energi di dalamnya. Gitar minimalis, electric piano, dan synth menjadi elemen utama yang mengiringi vokal khas Cholil.

Dalam konteks film, lagu ini menjadi perpanjangan dari pesan “Laut Bercerita”, sebuah karya yang bergerak dari sastra menuju medium visual dan musik.

Film “Laut Bercerita” diproduksi Pal8 Pictures bersama VMS Studio, Jagartha Lynx Films, dan Brandlink. Yosep Anggi Noen bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis skenario bersama Leila S. Chudori.

Leila juga menjadi produser film bersama Gita Fara dan Budi Setyarso.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada Oktober 2026 tersebut dibintangi Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy, serta sejumlah pemain lainnya. (san/*) #foto dok. ig@filmlautbercerita

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.