Aktivis Kalung Bersihkan Pantai dan Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Api-Api Tangerang

Aktivis Kalung Bersihkan Pantai dan Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Api-Api Tangerang
Aktivis Kalung Bersihkan Pantai dan Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Api-Api Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir, ratusan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) menggelar aksi bersih-bersih pantai sekaligus penanaman 5.000 bibit pohon mangrove di Pantai Api-Api, yang terletak di Kampung Cinamprak, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 10 Mei 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan mangrove sebagai benteng alami terhadap abrasi dan banjir rob.

Bacaan Lainnya

Pantai Api-Api sendiri merupakan muara dari Sungai Cileles yang langsung mengalir ke Laut Jawa. Beberapa tahun lalu, kawasan ini dikenal sebagai “pantai sampah” karena dipenuhi limbah dan sampah rumah tangga. Namun, berkat kolaborasi pemuda setempat dan aktivis lingkungan, wajah Pantai Api-Api kini mulai berubah menjadi kawasan bersih dan hijau.

“Sejak tahun 2022 kami rutin membersihkan sampah dan menanam bibit Api-Api dan Mangrove di Pantai Api-Api dan sekarang Alhamdulillah bersih dan bebas dari sampah,” ujar Hasan Tiro salah satu aktivis mangrove.

Hasan menambahkan, upaya pelestarian ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan potensi wisata lokal yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Bismillah mudah-mudahan ke depan Pantai Api-Api menjadi destinasi wisata mandiri di Kecamatan Mauk dan menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Mauk Barat,” lanjut Hasan.

Di tempat yang sama, Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang mereka untuk merehabilitasi kawasan pesisir Kabupaten Tangerang.

“Rehabilitasi dan revitalisasi hutan mangrove menjadi concern kami, sebagai upaya preventif mitigasi bencana mencegah banjir rob, erosi dan abrasi di pesisir Tangerang,” tuturnya.

Tak hanya fokus pada aksi langsung di lapangan, Kalung juga mendukung proyek strategis nasional seperti pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall. Namun, dukungan tersebut diberikan dengan pendekatan ramah lingkungan yang memadukan grey solution dan green solution.

“Kami mendukung pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall di wilayah Banten menggunakan metode grey solution dan green solution menjadikan hutan mangrove sebagai tembok alami,” imbuhnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah pesisir lainnya untuk turut menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.