Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Mahasiswa Tangerang Angkat Suara Lawan Intimidasi

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Tangerang menggelar konsolidasi solidaritas usai Lebaran. Kegiatan ini berlangsung di Jalan H. Sutami, Kecamatan Tangerang, pada Kamis, 26 Maret 2026.

Aksi ini merupakan respons atas penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus. Peristiwa tersebut dinilai sebagai ancaman serius bagi demokrasi.

Bacaan Lainnya

Organisasi seperti GMNI, HMI (Dipo), HMI (MPO), dan PMII terlibat dalam konsolidasi ini. Mereka sepakat mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

Para peserta menilai penyiraman air keras bukan sekadar tindak kriminal biasa. Aksi itu dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap gerakan sipil.

Peristiwa terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat. Korban diserang orang tak dikenal dan mengalami luka serius.

Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, menyebut kejadian ini sebagai pembungkaman demokrasi. Ia menegaskan tindakan tersebut melanggar HAM.

“Penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andri Yunus merupakan bentuk pembungkaman demokrasi dan melanggar HAM,” ujar Elwin.

Ia meminta aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu. Semua pihak harus diproses sesuai hukum.

“Pelaku dan aktor di baliknya harus diusut tuntas,” tegasnya.

Ketua PC PMII Kota Tangerang, Oki Putra Arsulan, menilai kasus ini menyerang ruang sipil. Ia menekankan pentingnya pengusutan menyeluruh.

“Ini bukan kejahatan biasa, tapi serangan terhadap ruang sipil,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Tangerang, M. Rhama Doni, menyebut aksi tersebut sebagai teror terhadap demokrasi. Ia meminta penanganan kasus dilakukan secara transparan.

“Tindakan ini adalah teror yang mengancam kebebasan dan demokrasi,” tegasnya.

Mahasiswa juga berencana menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk solidaritas. Aksi tersebut dijadwalkan pada 1 April 2026 di Tugu Adipura, Kota Tangerang.

Mahasiswa berharap aparat penegak hukum serius dan transparan dalam menangani kasus ini. Mereka menegaskan komitmen untuk terus menjaga ruang demokrasi dari segala bentuk intimidasi.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.