KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni mengunjungi kediaman Firdaus Wadiji, jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, di kawasan Paninggilan Utara, Ciledug, Kota Tangerang, Jumat, 25 September 2026.
Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Jamaluddin itu, Andra Soni disambut oleh istri Firdaus, Astrid Puspita, beserta orang tuanya.
Andra Soni mengatakan kunjungannya bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperbarui informasi terkini kepada keluarga korban. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendampingi keluarga jurnalis yang hingga kini belum ditemukan tersebut.
“Hari ini memang saya khususkan untuk bersilaturahmi kepada keluarga daripada kawan-kawan kita yang sampai hari ini belum ditemukan,” kata Andra Soni kepada wartawan.
Ia menyebut kedatangannya memiliki tiga tujuan, yakni mempererat silaturahmi, memperbarui informasi, dan menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk menjadi bagian dari keluarga besar para jurnalis yang menjadi korban.
Andra Soni turut menyoroti kondisi anak-anak Firdaus yang masih berusia belia, antara 6 hingga 9 tahun. Ia menyatakan komitmennya untuk mendampingi keluarga tersebut secara pribadi, di luar kapasitasnya sebagai kepala daerah.
“Kami prihatin dan kami akan terus mendampingi… saya secara pribadi, ya, bukan sebagai jabatan gubernur, kita berkomitmen untuk bisa terus mendampingi,” ujarnya.
Sempat Berbincang Sebelum Insiden
Andra Soni mengungkapkan bahwa dirinya sempat berinteraksi langsung dengan Firdaus pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB di Pos Pantau Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Pesauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Ia menceritakan bahwa saat itu lima jurnalis, termasuk Firdaus, masih berada di lokasi untuk mencari momen erupsi. Karena tidak ada aktivitas erupsi yang teramati, mereka berbincang santai.
Andra Soni sempat memperhatikan Firdaus menyendiri sambil berkomunikasi lewat pesan singkat, yang belakangan dikonfirmasi oleh sang istri sebagai pembicaraan mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk anak-anaknya.
“Dan itulah yang menyebabkan saya merasa kehilangan juga karena sempat diskusi, sempat kenal… mulai dari Mas Arbas, Yudis, Daus, Donald, dan Bagus,” kata Andra Soni, seraya menambahkan bahwa ia juga mengenal tiga awak kapal yang turut hilang.
Ia berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Tadi saya dengar dari Bu Astri bahwa anak-anak cuma berharap ayahnya kembali dan semoga selamat. Dan itu saya pikir adalah harapan semua orang,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana keluarga menggelar tabur bunga serta kemungkinan bantuan pendidikan bagi anak-anak korban.
“Insyaallah… makanya saya sampaikan ada hal-hal yang saya tidak bisa sampaikan di depan umum. Artinya saat ini kita sampaikan keprihatinan,” katanya, sembari menyebut kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Banten dalam kunjungan tersebut bukan dalam kapasitas jabatan, melainkan sebagai sesama manusia.
Keluarga Masih Berharap Tujuh Korban Lain Ditemukan
Sementara itu, Astrid Puspita mengatakan kunjungan Gubernur Banten turut menyampaikan ucapan bela sungkawa serta menanyakan kondisi sekolah anak-anaknya. Ia menyebut Andra Soni berencana mengunjungi langsung sekolah anak-anaknya di kemudian hari.
Astrid menuturkan pihak keluarga masih berharap tujuh korban lain yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi, menyusul satu korban yang telah ditemukan sebelumnya.
“Kita berharap menyusul sisanya akan diketemukan, insyaallah kami dari pihak keluarga sudah siap apapun kondisinya, yang penting ada di depan kami wujudnya,” katanya.
Ia juga membenarkan bahwa suaminya sempat berbincang cukup lama, sekitar dua jam, dengan Gubernur Banten pada malam hari sebelum insiden terjadi.
Terkait komunikasi terakhir dengan sang suami, Astrid mengungkapkan bahwa Firdaus sempat melakukan panggilan video sekitar lima menit menjelang pukul 13.00 WIB. Komunikasi terakhir berupa pesan singkat diterima sekitar pukul 14.00 WIB, saat Firdaus menyampaikan akan menyeberang menuju lokasi peliputan.
“Kalau untuk video call, kita di jam satu kurang, itu sekitar 5 menit dia video call aku. Kemudian untuk chat-nya itu jam dua kurang ketika mau menyeberang, dia bilang ‘siap-siap menyeberang aku’,” ujarnya.
Astrid menambahkan, apabila hingga 29 September mendatang Firdaus belum juga ditemukan, pihak keluarga bersama sejumlah kerabat berencana mendatangi kawasan Carita untuk menggelar tabur bunga.
Tanggal tersebut, menurut Astrid, bertepatan dengan hari ulang tahun Firdaus sekaligus ulang tahun anak kedua mereka.
“Rencana jika memang belum diketemukan, kita memang sudah rencana dari pihak keluarga Daus… itu kita akan datang ke Carita untuk tabur bunga, kebetulan di hari yang sama ulang tahun Daus dan anak kedua kami,” ujarnya.








