Apa Hipotermia yang Membuat Lilie dan Elsa Tewas di Puncak Carstensz, Fiersa Besari Lolos dari Maut

Apa Hipotermia yang Membuat Lilie dan Elsa Tewas di Puncak Carstensz, Fiersa Besari Lolos dari Maut
Apa Hipotermia yang Membuat Lilie dan Elsa Tewas di Puncak Carstensz, Fiersa Besari Lolos dari Maut

KOTA SERANG, LENSABANTEN.CO.ID--Dua pendaki, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia saat mendaki Puncak Carstensz, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu 1 Maret 2025.

Insiden ini diduga disebabkan oleh Acute Mountain Sickness (AMS) atau hipotermia, kondisi yang sering menyerang pendaki di ketinggian ekstrem.

Bacaan Lainnya

Hipotermia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat dihasilkan, menyebabkan suhu tubuh turun di bawah level normal.

Pendaki gunung rentan terhadap hipotermia karena mereka terpapar dengan cuaca dingin dan angin yang keras, terutama di ketinggian yang tinggi.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi hipotermia saat mendaki gunung:

Kenali Gejala Hipotermia: Gejala hipotermia termasuk gemetar, kelelahan, kebingungan, kulit pucat atau kemerahan, kedinginan yang ekstrem, dan kebingungan mental. Penting untuk segera mengidentifikasi tanda-tanda ini.

  1. Cari Perlindungan: Jika Anda atau rekan pendaki mengalami gejala hipotermia, segera cari tempat yang terlindung dari angin dan basah. Gunakan tenda, batu besar, atau pohon untuk melindungi tubuh dari elemen luar.
  2. Ganti Pakaian Basah: Basahi pakaian basah dengan keringat atau hujan dapat mempercepat hipotermia. Gantilah dengan pakaian kering secepat mungkin dan pastikan untuk memakai lapisan pakaian yang sesuai untuk menjaga suhu tubuh.
  3. Konsumsi Kalori: Makan makanan tinggi kalori dan minum cairan hangat akan membantu tubuh memproduksi panas. Bawa makanan ringan dan minuman hangat saat mendaki gunung.
  4. Gunakan Sumber Panas: Jika memungkinkan, gunakan sumber panas seperti pemanas tangan, selimut foil, atau botol air panas untuk membantu memulihkan suhu tubuh.
  5. Bergerak: Jika kondisi memungkinkan, bergeraklah secara perlahan untuk menjaga sirkulasi darah dan memproduksi panas tubuh. Lakukan gerakan ringan untuk mencegah kedinginan.
  6. Hubungi Pihak Berwenang: Jika kondisi hipotermia parah dan tidak dapat diatasi dengan langkah-langkah di atas, segera hubungi pihak berwenang atau tim penyelamat setempat untuk bantuan medis darurat.

Mendaki gunung adalah kegiatan yang menantang dan memerlukan persiapan yang matang, termasuk pengetahuan tentang kondisi medis seperti hipotermia. Penting untuk selalu waspada terhadap gejala hipotermia dan siap untuk mengatasi kondisi tersebut saat berada di alam terbuka.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.