KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Prestasi atlet panahan tradisional Banten di FORNAS VIII NTB 2025 menjadi bukti talenta muda daerah patut diperhitungkan. Namun, di balik torehan 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, tersimpan kisah perjuangan berat para atlet yang berlatih di lokasi sederhana di Kampung Cacing, Jalan Asrama Damatex, Cikokol, Kota Tangerang.
Lapangan panahan yang berada di tepi Sungai Cisadane itu kondisinya masih jauh dari memadai. Meski begitu, arena ini menjadi satu-satunya lokasi latihan bagi atlet dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, bahkan Pandeglang.
Pembina Perpatri Nusantara Jaya Banten, Rd. Harrys Yasin Yudhanegara, menuturkan bahwa dukungan dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat sangat dibutuhkan agar fasilitas panahan lebih layak. “Kalau fasilitas diperhatikan, akan lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Banten,” ujarnya.
Di tempat inilah atlet muda seperti Batrisya Ayodhya Mehrunnisa dan Raisya Fahma Fairuz ditempa hingga berhasil mempersembahkan medali emas di tingkat nasional. Keterbatasan tidak memadamkan semangat, namun perhatian yang lebih besar jelas akan memperkuat langkah mereka untuk menorehkan prestasi lebih tinggi di masa depan.

Batrisya Ayodhya Persembahkan Medali Emas di Ajang FORNAS VIII
Atlet muda panahan asal Kota Tangerang, Batrisya Ayodhya Mehrunnisa, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih satu medali emas pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 26 Juli–1 Agustus 2025.
Siswi kelas 9 SMP Negeri 25 Kota Tangerang yang baru berusia 14 tahun itu sukses bersaing dengan atlet panahan tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia. Prestasi ini menambah koleksi medali Banten yang totalnya meraih 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu di ajang nasional tersebut.
Dengan tekad kuat, Batrisya bersama rekan setimnya berjuang meski harus menanggung biaya sendiri tanpa dukungan penuh dari berbagai pihak. Namun keterbatasan tersebut justru memacu semangatnya untuk tampil maksimal.
“Alhamdulillah kita bisa membawa pulang tiga emas, meskipun targetnya lima emas,” ujar Rd. Harrys Yasin Yudhanegara, Pembina Perpatri Nusantara Jaya Banten.
Prestasi Batrisya dan kawan-kawan menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Banten mampu bersaing di tingkat nasional. Saat ini, ia bersama rekan atlet lainnya tengah bersiap menghadapi kompetisi berikutnya yang rencananya akan digelar di Kalimantan.









