KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang terus memperkuat upaya pencegahan dan rehabilitasi pengguna narkotika di wilayahnya.
Kepala BNN Kota Tangerang, AKBP Josephien Vivick Tjangkung, mengungkapkan strategi baru untuk memetakan dan menangani area-area rawan peredaran narkotika.
“Kami akan meminta data dari Lapas mengenai wilayah yang paling banyak dihuni oleh narapidana narkotika. Berdasarkan data tersebut, kami akan melakukan penyaringan secara acak sesuai dengan area yang rawan dan memberikan peringatan,” ujar AKBP Josephien Vivick Tjangkung, Jumat, 5 Juli 2024.
BNN Kota Tangerang juga telah melatih agen-agen pemulihan yang bertugas turun ke masyarakat sebagai mata dan telinga.
“Agen-agen pemulihan ini bukan untuk memproses hukum, tetapi untuk mengajak mereka berhenti menggunakan narkotika. Jika sudah terjerumus, kami akan mengobati mereka,” tambahnya.
Dalam rangka mendukung rehabilitasi, BNN Kota Tangerang menyediakan program rehabilitasi gratis bagi masyarakat. Program ini terdiri dari beberapa tahapan medis yang telah dipersiapkan.
“Rehabilitasi ini gratis, tidak dipungut biaya. Mereka akan diobati secara bertahap dan dipantau oleh duta pilihan kami untuk mengecek perkembangan korban,” jelas Vivick.
Sejak Januari hingga sekarang, BNN Kota Tangerang telah merehabilitasi 70 orang, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Namun, Vivick merasa jumlah tersebut masih kurang.
“Saya merasa jumlah itu masih sangat kurang karena Kota Tangerang terbukti dengan adanya penangkapan-penangkapan besar narkotika. Kita perlu meningkatkan upaya ini,” ungkapnya.
BNN Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mengajak masyarakat berhenti menggunakan narkotika dan mencegah peredarannya.
“Kami memiliki agen-agen pemulihan yang siap membantu masyarakat, dan program rehabilitasi kami akan terus berjalan untuk memastikan para pengguna mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan,” pungkas Vivick.
Dengan kolaborasi dan edukasi yang intensif, BNN Kota Tangerang berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas narkotika, serta memberikan harapan baru bagi para pengguna untuk pulih dan kembali berkontribusi positif dalam masyarakat.








