Buih Misterius Muncul di Situ Cangkring Usai Ribuan Ikan Mati, Warga Soroti Titik Sampel Air

Buih Misterius Muncul di Situ Cangkring Usai Ribuan Ikan Mati, Warga Soroti Titik Sampel Air
Buih Misterius Muncul di Situ Cangkring Usai Ribuan Ikan Mati, Warga Soroti Titik Sampel Air

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Fenomena kematian massal ribuan ikan di Situ Cangkring, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, kini disusul munculnya buih putih di permukaan air.

Buih tersebut mulai terlihat setelah ribuan ikan ditemukan mati dan membusuk pada Kamis, 10 September 2026. Kondisi ini membuat warga menduga adanya kaitan antara kemunculan buih dengan fenomena ikan mati yang sebelumnya terjadi.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga, Irfan, mengatakan kemunculan buih putih merupakan kondisi yang baru terjadi di Situ Cangkring. Menurutnya, sebelumnya permukaan situ tidak pernah dipenuhi buih seperti saat ini.

“Busa ini sepertinya dari bangkai ikan yang membusuk. Kalau busa sabun biasa, selama ini tidak pernah ada buih sama sekali di sini. Yang pasti, setahu saya buih ini baru muncul setelah ikan-ikan pada mati. Waktu awal ikan masih mabuk (Rabu lalu), kondisinya belum seperti ini,” ujar Irfan kepada saat dikonfirmasi Lensa Banten pada Rabu, 16 September 2026.

Warga Soroti Titik Pengambilan Sampel Air

Selain kemunculan buih, warga juga menyoroti proses pengambilan sampel air yang dilakukan petugas dinas terkait. Irfan menilai lokasi pengambilan sampel perlu mencakup titik-titik lain yang diduga menjadi sumber awal kematian ikan.

Menurut dia, ikan pertama kali ditemukan mabuk dan lemas di sekitar saluran yang berada dekat lingkungan pabrik, bukan di saluran pembuangan domestik warga.

“Info dari warga lain, orang dinas ambil sampel dari pojokan saluran pembuangan warga, bukan di pojok belakang pabrik. Padahal dari awal, ikan-ikan banyak yang mabuk itu dari pojokan dekat pabrik, bukan dari tengah atau saluran warga. Baru hari Rabunya ikan yang lemas dan mati itu menyebar ke mana-mana,” katanya.

Irfan juga mengklaim, pada waktu-waktu tertentu, kawasan di pojok dekat pabrik tersebut kerap mengeluarkan aroma serta cairan yang menurutnya menyerupai oli atau minyak.

“Kalau hari Senin atau akhir minggu, biasanya di pojokan itu suka ngeluarin oli atau minyak,” ungkapnya.

Diduga Ada Endapan Limbah yang Teraduk

Irfan menduga kondisi air yang semakin keruh dan berbuih berkaitan dengan endapan material di dasar Situ Cangkring yang kembali teraduk.

Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah warga turun ke dasar situ untuk menangkap ikan yang sebelumnya dalam kondisi lemas atau mabuk.

“Menurut saya, kemarin kan banyak warga turun ke dasar situ buat ngegogo ikan yang teler. Akhirnya, kandungan limbah dari cetakan spons pabrik sandal yang sudah lama dibuang ke situ jadi keaduk-aduk. Limbah yang lama mengendap di lumpur itu akhirnya muncul lagi ke permukaan,” jelasnya.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya buih maupun kematian ribuan ikan. Kepastian mengenai penyebab fenomena tersebut masih membutuhkan hasil pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel air maupun material terkait.

Bangkai Ikan Dibersihkan dan Dikubur

Di sisi lain, pembersihan bangkai ikan terus dilakukan di kawasan Situ Cangkring. Menurut Irfan, petugas pengairan dari UPT Provinsi Banten beberapa hari terakhir mengangkut bangkai ikan yang mengambang di permukaan air.

Bangkai ikan tersebut kemudian dikubur di daratan sekitar situ untuk mengurangi bau menyengat akibat pembusukan.

“Yang saya tahu petugas pengairan atau UPT Provinsi Banten yang bersih-bersih ambil limbah ikan yang mati terus dikubur di daratan sekitar situ,” tuturnya.

Warga berharap pemeriksaan terhadap kondisi Situ Cangkring dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada titik-titik yang berada di sekitar saluran pembuangan dan aktivitas industri.

“Saya sih berharap Situ Cangkring ini bersih dari limbah dan ikan di sini banyak, banyak yang bilang kalau ikan dari situ ini beda rasanya dan enak,” tandasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.