Kebakaran TPS Liar Alam Sutera, Tangki Air Justru Tertahan di Tol karena Tak Bawa E-Toll

Kebakaran TPS Liar Alam Sutera, Tangki Air Tertahan di Tol karena Tak Bawa E-Toll
Kebakaran TPS Liar Alam Sutera, Tangki Air Tertahan di Tol karena Tak Bawa E-Toll

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah liar di kawasan Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Kamis, 17 September 2026 dini hari. Situasi darurat tersebut sempat terkendala setelah dua unit mobil tangki air bantuan tertahan di pintu masuk tol karena tidak membawa kartu e-toll.

Kobaran api membakar tumpukan sampah di tepi Jalan Tol Jakarta-Merak dan merembet ke area sekitarnya. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 500 meter persegi.

Bacaan Lainnya

Akses Menuju Lokasi Sulit

Komandan Regu (Danru) Damkar Pos Pinang, Roni Kris, mengatakan petugas menghadapi kendala sejak awal karena akses menuju titik kebakaran cukup sulit. Lokasi tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak sehingga armada pemadam tidak bisa leluasa mendekati titik api.

Petugas kemudian memanfaatkan jalur tol untuk mendekati lokasi kebakaran. Langkah itu dilakukan karena akses tersebut dinilai menjadi jalur yang memungkinkan petugas menjangkau titik api dengan lebih cepat.

Tangki Air Bantuan Tertahan

Di tengah proses pemadaman, kebutuhan suplai air menjadi perhatian petugas. Namun, dua unit mobil tangki air bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak diperbolehkan melewati gerbang tol karena tidak membawa kartu e-toll.

“Kami sangat membutuhkan suplai air, tetapi dua unit armada tangki air perbantuan tidak boleh masuk pintu tol karena tidak ada e-toll. Padahal kondisi saat itu sedang darurat,” tegas Roni di lokasi.

Roni mengatakan kendala tersebut terjadi ketika petugas tengah membutuhkan tambahan suplai air untuk menangani kobaran api. Kondisi darurat di lokasi membuat akses bagi armada bantuan menjadi sangat dibutuhkan.

Kebakaran TPS Liar Alam Sutera, Tangki Air Justru Tertahan di Tol karena Tak Bawa E-Toll
Kebakaran TPS Liar Alam Sutera, Tangki Air Justru Tertahan di Tol karena Tak Bawa E-Toll

Asap Pekat Berpotensi Ganggu Pengguna Tol

Selain persoalan akses, kepulan asap hitam pekat dari tumpukan sampah yang terbakar juga menjadi perhatian petugas. Asap tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang dan membahayakan pengguna jalan yang melintas di ruas tol.

Sebanyak enam unit armada Damkar bersama puluhan personel kemudian dikerahkan untuk menangani kebakaran. Petugas berjibaku selama sekitar 2,5 jam hingga kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas warga yang membakar sampah di kawasan TPS liar. Api kemudian merembet dengan cepat ke tumpukan sampah lainnya hingga meluas ke area sekitar.

Damkar mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di kawasan TPS liar. Pembakaran sampah dapat memicu api merembet dan membahayakan lingkungan maupun pengguna jalan di sekitar lokasi.

Minta Akses Darurat Diperjelas

Petugas berharap pengelola jalan tol dapat memberikan akses yang lebih fleksibel bagi armada penanggulangan kebakaran saat kondisi darurat. Hal tersebut dinilai penting karena sejumlah lokasi kebakaran berada di area yang sulit dijangkau melalui akses jalan biasa.

Koordinasi lintas instansi juga diperlukan agar proses penanganan kebakaran tidak terkendala persoalan administratif. Dengan akses yang cepat bagi armada pemadam dan kendaraan suplai air, penanganan kebakaran di lokasi sulit dijangkau dapat dilakukan lebih maksimal.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.