JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Perpisahan tidak selalu terjadi karena hilangnya rasa cinta. Ada kalanya dua orang masih memiliki perasaan, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju arah yang sama.
Pesan tersebut menjadi inti lagu “Ia”, salah satu materi dalam EP terbaru Good Morning Everyone (GME) bersama Fiersa Besari, “Kalah”.
Melalui “Ia”, GME mengajak pendengar melihat perpisahan dari sisi yang lebih dewasa. Hubungan tidak selalu berakhir karena adanya kesalahan besar atau hilangnya kasih sayang. Perbedaan arah dalam menjalani kehidupan juga dapat menjadi alasan dua orang akhirnya memilih berpisah.
“‘Ia’ adalah tentang menerima bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk bertahan. Ada hubungan yang akhirnya perlu dilepaskan, bukan karena rasa sayangnya tidak ada, tetapi karena kami sadar arah yang dituju sudah berbeda,” ungkap GME.
Pesan tersebut menjadi salah satu kekuatan emosional dalam “Ia”. Lagu ini tidak menempatkan perpisahan sebagai bentuk kegagalan, melainkan sebagai proses menerima kenyataan.
Tema tersebut kemudian semakin terasa melalui versi akustik “Ia”. Aransemen yang lebih sederhana membuat lirik mendapatkan ruang lebih besar untuk menyampaikan cerita.
“Kami merasa cerita dalam EP ini akan lebih kuat ketika dibawakan dengan sederhana, seperti mendengarkan seseorang bercerita secara langsung tanpa banyak ornamen,” lanjut GME.
“Ia” menjadi bagian dari EP “Kalah” yang terdiri dari empat lagu. Selain “Ia” dan versi akustiknya, EP tersebut juga menghadirkan “Salah” serta “Salah (Acoustic Version)”.
Jika “Salah” berbicara mengenai seseorang yang terus merasa dirinya keliru di mata pasangan, “Ia” membawa cerita menuju tahap penerimaan. Dua lagu tersebut kemudian dipertemukan dengan versi akustik yang semakin menonjolkan sisi emosionalnya.
Kolaborasi dengan Fiersa Besari turut memberikan warna berbeda terhadap karya GME. Karakter pop alternatif yang dekat dengan keseharian berpadu dengan kepekaan Fiersa dalam menyampaikan cerita melalui lirik.
Melalui “Kalah”, GME ingin menunjukkan bahwa proses merelakan bukan sesuatu yang sederhana. Ada perasaan yang harus diterima, kenangan yang harus ditempatkan pada porsinya, serta keberanian untuk melanjutkan kehidupan.
GME yang beranggotakan Sani, Daniel, Erwin, Dani, dan Yuli juga terus melanjutkan perjalanan mereka sebagai salah satu unit pop alternatif dari Semarang.
Sebelumnya, GME pernah masuk nominasi AMI Awards 2016 melalui lagu “Move On” dan tampil sebagai guest star dalam Zandari Festival di Korea Selatan pada 2023.
Kini, melalui “Ia” dan tiga lagu lainnya dalam “Kalah”, GME kembali menawarkan karya yang tidak hanya mengandalkan musik, tetapi juga cerita yang dapat menjadi cermin bagi pendengarnya.
EP “Kalah” bersama Fiersa Besari telah tersedia di seluruh platform musik digital. (san/*) #foto dok. gme official








