KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Berawal dari kebutuhan internal usaha spa yang dijalankannya, Verawati Amir (46) berhasil mengembangkan Charita Aromatherapy menjadi produk aromaterapi berbahan alami yang kini diminati hingga pasar luar negeri.
Pendiri Charita Aromatherapy itu mengatakan usahanya bergerak di bidang produk aromaterapi alami dengan fokus pada essential oil, massage oil, dan minyak balur yang dirancang untuk memberikan manfaat terapeutik, mulai dari relaksasi, meningkatkan konsentrasi, meredakan ketegangan, hingga membantu menjaga daya tahan tubuh.
Verawati menuturkan ide mengembangkan produk tersebut muncul karena dirinya tidak puas dengan kualitas minyak pijat yang beredar di pasaran.
“Saya membuat produk ini karena kebutuhan. Kami punya usaha spa dan membutuhkan produk sendiri. Saya melihat banyak minyak pijat yang beredar dibuat dari mineral oil, sementara saya ingin menghadirkan produk yang berbasis ilmiah dan menggunakan bahan yang lebih baik,” katanya ditemui di Cikokol, Kamis 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, produk tersebut sebenarnya telah diproduksi secara internal sebelum pandemi COVID-19. Namun ketika pandemi melanda dan operasional spa terhenti, ia mencari cara agar usahanya tetap berjalan tanpa harus melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan.
Saat itu, Charita mulai memasarkan produk minyak aromaterapi, khususnya varian immune booster, kepada masyarakat. Langkah tersebut mendapat respons positif dan membantu usaha tetap bertahan di tengah kondisi sulit.
“Waktu pandemi semua tutup, tidak ada kegiatan spa maupun pelatihan. Saya tidak ingin melakukan PHK pegawai, sehingga kami mulai menjual produk oil yang sebelumnya digunakan sendiri. Produk immune booster saat itu cukup diminati,” ujarnya.
Menurut Verawati, omzet penjualan produk aromaterapi saat pandemi bahkan sempat mencapai sekitar Rp30 juta.
Produk Charita Aromatherapy secara resmi diluncurkan ke pasar pada 2023. Seluruh produknya dibuat dari bahan herbal pilihan tanpa kandungan bahan kimia berbahaya serta diformulasikan oleh Certified Aromatherapy Formulator yang berpengalaman.
Beragam manfaat ditawarkan melalui produk-produknya, mulai dari menciptakan rasa rileks, membantu meningkatkan imunitas tubuh, meredakan stres, hingga mengurangi pegal dan ketegangan otot.
Saat ini pemasaran dilakukan melalui berbagai marketplace, jaringan reseller, serta penjualan langsung melalui toko yang berlokasi di Jalan Premier Park 2 Nomor C26, Modernland, Cikokol, Kota Tangerang.
Verawati mengungkapkan produknya juga mulai menarik perhatian konsumen mancanegara. Salah satu pelanggan dari Swiss diketahui membeli produk Charita dan berencana menjadi reseller di negara tersebut.
Selain itu, pihaknya kini tengah menjalin komunikasi dengan calon mitra dari Inggris yang tertarik memasarkan produk Charita Aromatherapy ke pasar Eropa.
“Dia bilang ingin memasarkan produk kami di Eropa. Produk yang dibawa ke Swiss dicoba oleh orang-orang di sana dan mereka menyukainya,” kata Verawati.
Charita Aromatherapy menawarkan berbagai varian produk dengan harga beragam, antara lain Massage Oil Lemongrass 100 mililiter seharga Rp75.000, Massage Oil Citronella 100 mililiter Rp68.000, Massage Oil Lavender 100 mililiter Rp83.000, Charita Oil 10 mililiter Rp29.000, Massage Oil Lymphatic 100 mililiter Rp60.000, serta Energizing Massage Oil 100 mililiter Rp63.000.
Selain untuk konsumen individu, Charita juga melayani kebutuhan pelaku usaha spa dengan pilihan kemasan yang dapat disesuaikan.
“Kami bisa melayani pesanan sesuai kebutuhan pembeli, baik individu maupun usaha spa. Untuk kemasan botol besar juga dapat kami sediakan,” ujar Verawati.










