TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Industri perhotelan di kawasan Tangerang dan sekitarnya kian kompetitif seiring pesatnya pertumbuhan properti komersial. Menanggapi dinamika pasar tersebut, Aryaduta Lippo Village menetapkan langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi utama pilihan wisatawan maupun pelaku bisnis.
General Manager Aryaduta Lippo Village, Roger Jude Hessing, mengungkapkan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah mendongkrak pengalaman konsumen melalui peningkatan kualitas layanan (service excellence) serta peningkatkan konsep kuliner (culinary elevation).
”Visi kami adalah menjadikan Aryaduta Lippo Village sebagai salah satu pilihan utama di kawasan ini. Kami tidak hanya berfokus pada fasilitas akomodasi, tetapi juga ingin mentransformasi lanskap kuliner lokal agar mampu menarik basis konsumen yang lebih luas dari luar area,” ujar Roger.
Kekuatan SDM dan Nilai “Kehangatan” Layanan
Bukan sosok baru di industri hospitalitas Tanah Air, Roger memiliki rekam jejak panjang di pasar internasional, termasuk keterlibatannya dalam pembukaan The Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, dua dekade silam.
Berdasarkan pengalamannya di berbagai negara seperti kawasan Timur Tengah dan India, Roger menilai Indonesia memiliki keunggulan kompetitif pada aspek sumber daya manusia (SDM).
”Fasilitas fisik di mana pun relatif mirip, namun standar pelayanan dan keramahan SDM di Indonesia jauh lebih unggul. Pelayanan di sini tumbuh secara natural dari hati (service from the heart), dan itulah keunggulan yang tidak mudah ditiru,” jelasnya ditemui di hotel, Kamis 23 Juli 2026.
Strategi Hadapi Kompetisi: Renovasi Fasilitas & Resort Vibe
Guna mempertahankan daya saing di tengah maraknya hotel-hotel anyar di Tangerang, Aryaduta Lippo Village tengah menjalankan program renovasi secara bertahap yang mencakup unit kamar, area restoran, hingga lobby.
Langkah renovasi ini ditargetkan tuntas dalam beberapa bulan mendatang guna mendukung reposisi ke segmen yang lebih tinggi.
Meski demikian, Roger menekankan bahwa investasi pada infrastruktur fisik harus berbanding lurus dengan kualitas interaksi staf.
”Bangunan megah atau interior mewah bisa dilupakan tamu dalam hitungan hari. Namun, pengalaman personal dan bagaimana staf memperlakukan mereka akan selalu diingat. Itulah fondasi diferensiasi kami,” tegas Roger.
Selain faktor layanan, Aryaduta Lippo Village mengandalkan Unique Selling Proposition (USP) berupa konsep resor di tengah kota.
Atmosfer ruang terbuka hijau yang asri dan tenang dinilai menjadi nilai jual yang langka bagi konsumen urban yang mencari pelarian sejenak (staycation) tanpa harus meninggalkan kawasan metropolitan.









