Diduga Korsleting, Toko Beras di Batuceper Terbakar, Pemilik Alami Sesak Napas

Diduga Korsleting, Toko Beras di Batuceper Terbakar, Pemilik Alami Sesak Napas
Diduga Korsleting, Toko Beras di Batuceper Terbakar, Pemilik Alami Sesak Napas

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah toko beras yang berada di Jalan Pembangunan I, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, dilalap api pada Senin malam, 28 Juli 2025.

Kebakaran yang dilaporkan warga sekitar pukul 19.24 WIB ini diduga dipicu oleh korsleting dari kendaraan yang berada di sekitar bangunan. Tim UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Batuceper bersama Pos Belendung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang langsung diterjunkan ke lokasi.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 32 personel dan 8 unit armada dikerahkan. Petugas tiba di lokasi pukul 19.35 WIB dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 20.40 WIB.

Bangunan toko seluas kurang lebih 300 meter persegi yang diketahui milik Bapak Taufik mengalami kerusakan akibat amukan api. Pemilik juga dilaporkan mengalami sesak napas dan langsung mendapat pertolongan pertama. Untuk sementara, jumlah kerugian materi masih dalam proses pendataan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dipicu korsleting.

“Kebakaran ini diduga berasal dari korsleting kendaraan. Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama pelaku usaha, untuk rutin mengecek instalasi listrik maupun kendaraan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Andia saat dikonfirmasi pada Selasa, 29 Juli 2025.

TONTON VIDEONYA :

BPBD Kota Tangerang juga mengingatkan warga untuk segera melapor jika melihat potensi kebakaran agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Salah satu warga sekitar, Rina (35), yang sebelumya menyaksikan langsung kejadian mengatakan api dengan cepat membesar. “Tiba-tiba ada suara letupan, terus api langsung membesar dari arah belakang toko. Kami langsung panik dan berusaha bantu evakuasi pemilik,” ungkapnya.

Senada, warga lainnya, Dedi (42), mengaku sempat membantu mengguyur api dengan alat seadanya sebelum petugas tiba. “Saya sama tetangga pakai ember ambil air dari got, tapi apinya besar banget. Untung cepat datang mobil pemadam,” ujarnya.

Upaya cepat tanggap dan koordinasi antarpos pemadam menjadi kunci dalam meminimalisir dampak kebakaran, serta memastikan keselamatan warga tetap terjaga.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.