TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Anggota Komisi I DPRD, Tasril Jamal menargetkan peningkatan kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangerang pada Pemilu 2029 jika terpilih menjadi ketua DPC PKB Kota Tangerang. Ia menyebut angka tujuh hingga delapan kursi sebagai target realistis.
Target tersebut, menurutnya, didasarkan pada strategi dan pengalaman organisasi. Ia menilai kekuatan partai terletak pada struktur yang solid.
“Kalau saya enggak terlalu muluk ya, saya yakin 7 sampai 8 kursi. Karena bagi saya kekuatan partai itu ada di struktur, kalau struktur tidak ada atau tidak berjalan, itu sebenarnya partai jadi lemah,” ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.
Ia bahkan menargetkan pembenahan struktur dalam waktu singkat jika terpilih sebagai ketua. Dalam 100 hari kerja, struktur partai harus sudah terbentuk secara maksimal.
“Saya punya target dalam 100 hari kerja atau 3-4 bulan, kalau struktur tidak terbentuk, saya siap dievaluasi. Karena kekuatan partai itu memang ada di struktur,” tuturnya.
Dalam strategi politiknya, Tasril mengaku tidak ingin bergantung pada tim sukses. Ia lebih memilih mengoptimalkan kekuatan organisasi dibanding relawan berbasis kepentingan.
“Saya pemilu tidak terlalu mengandalkan tim sukses. Saya lebih mainkan konsep strategi organisasi, karena kalau hanya mengandalkan tim sukses atau relawan, biasanya tuntutannya banyak,” katanya.
Menurutnya, dukungan seharusnya lahir dari kepercayaan terhadap konsep dan kerja nyata. Bukan karena faktor materi atau kepentingan sesaat.
“Saya butuh orang yang simpatik dengan konsep dan kerja saya, bukan karena uang atau karena kepentingan sesaat. Jadi yang diperkuat itu organisasi, bukan hal-hal yang sifatnya sementara,” ujarnya.
Tasril juga menilai pola politik saat ini sudah berubah. Pencitraan semata tidak lagi cukup tanpa kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
“Sekarang ini enggak bisa hanya main publish atau framing. Semua orang sudah pintar, jadi kalau hanya pencitraan tanpa action, nanti juga akan terkoreksi oleh waktu,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kerja nyata hingga ke tingkat bawah. Kekuatan partai harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
“Jadi harus punya kekuatan fundamental, bekerja sampai ke bawah itu terasa dan terbuktikan. Bukan hanya sekadar terlihat di media saja,” katanya.
Dalam proses pemilihan ketua, Tasril memastikan tidak ada praktik politik uang. Ia menilai sistem yang terpusat di DPP membuat praktik tersebut sulit terjadi.
“Enggak ada money politic sekarang, apalagi di PKB. Mau ngasih siapa duitnya, ke DPP? Enggak mungkin, karena keputusan tetap di mereka dan akan dilihat kelayakannya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan sistem yang melibatkan banyak suara daerah. Dalam mekanisme PKB, keputusan ada di pusat sehingga ruang transaksi sangat kecil.
“Kalau yang menentukan cabang-cabang mungkin bisa ada transaksi, tapi ini yang menentukan DPP, jadi enggak ada peluang untuk itu,” ujarnya.
Tasril juga menilai kepemimpinan sebelumnya sudah berjalan maksimal. Ia memilih menghargai kinerja pengurus terdahulu sebagai bagian dari proses organisasi.
“Saya pikir sudah maksimal ya, semua sudah berusaha. Saya juga bagian dari itu, jadi saya melihat semuanya bekerja dengan baik,” tuturnya.
Ke depan, ia berharap PKB mampu melahirkan kader terbaik untuk memimpin daerah. Bahkan, peluang mengusung kepala daerah dari kader sendiri tetap terbuka.
“Semua partai pasti ingin menciptakan kader terbaik. Tujuannya memang untuk menyiapkan pemimpin yang bisa memikirkan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya kepekaan dalam politik. Menurutnya, pengalaman panjang membentuk insting dalam membaca situasi.
“Seorang politisi itu harus punya kepekaan. Saya sudah 30 tahun di dunia ini, jadi insting politik itu sangat penting dalam menentukan langkah,” pungkasnya.









