TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (PAD) Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menyampaikan capaian kinerja instansinya yang melampaui target. Hal itu diungkapkan usai rapat Laporan Keterangan Pertanggungan Jawaban (LKPJ) bersama Komisi II DPRD, pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada laporan kinerja dinas. Terutama terkait peningkatan literasi masyarakat dan pengawasan kearsipan.
“Ya laporan kinerja kita. Dibahas kinerja berkaitan dengan peningkatan literasi dan pengawasan kearsipan,” ujarnya kepada awak media.
Engkos menjelaskan, evaluasi yang dibahas lebih banyak menyoroti capaian program tahun 2025. Penilaian dilakukan untuk melihat sejauh mana target yang sudah dicapai.
“Alhamdulillah sih secara garis besar kita sudah mencapai 100%,” katanya.
Ia juga menegaskan, tidak ada pembahasan terkait anggaran tertentu dalam rapat tersebut. Fokus utama tetap pada evaluasi kinerja dinas secara menyeluruh.
“Enggak sampai ke situ, karena tidak ada kaitannya. Jadi kita hanya melihat kinerja kita gimana penilaiannya,” jelasnya.

Program 2026 dan Penguatan Literasi Anak
Memasuki tahun 2026, Dinas PAD akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan. Salah satunya adalah penguatan sistem pengawasan internal.
Selain itu, program literasi untuk anak-anak juga akan terus ditingkatkan. Kegiatannya dibuat lebih banyak dan lebih menarik dari tahun sebelumnya.
“Lebih banyak ya, karena kan program ‘Durian’ (Dunia Literasi Anak) kita datang, kemudian kerja sama dengan Dishub, Isjawara mampir ke kita, kunjungan anak-anak ke perpustakaan kita,” paparnya.
Program “Durian” menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan minat baca anak. Program ini menyasar sekolah-sekolah dengan konsep edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan yang dilakukan antara lain menghadirkan Duta Baca dan hiburan interaktif. Selain itu, ada juga layanan mobil perpustakaan keliling untuk menjangkau lebih banyak anak.
“Ya salah satu caranya adalah program-program kita. Salah satunya program Durian, kita datang ke sekolah dengan ada Duta Baca, kemudian ada penampilan badutnya, kemudian ada mobil perpustakaannya,” tutupnya.









