Dua Remaja Asal Pinang Tewas Saat Hindari Massa, Polisi Tegaskan Bukan Pelaku Tawuran

KOTA TANGERANG SELATAN, LENSABANTEN.CO.ID – Dua remaja asal Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, meninggal dunia dalam insiden di Jalan Sutera Utama 1, Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan. Keduanya diduga mengalami kecelakaan saat berusaha menghindari sekelompok orang yang diduga hendak melakukan tawuran pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Kapolsek Pinang, IPTU Daffa, menegaskan bahwa kedua korban bukan bagian dari kelompok yang terlibat dalam aksi tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kedua remaja itu sedang dalam perjalanan untuk bermain futsal ketika melihat sekelompok orang yang diduga hendak mencari lawan.

Bacaan Lainnya

“Korban itu lagi mau berangkat futsal, kemudian melihat ada massa tawuran. Mereka mencoba menghindar agar tidak menjadi sasaran,” ujar Kapolsek Daffa, saat dikonfirmasi Lensa Banten melalui WhatsApp.

Hindari Massa, Motor Diduga Menabrak Trotoar

Daffa menjelaskan, kedua remaja tersebut berusaha menjauh karena takut menjadi korban aksi kekerasan. Namun, saat berupaya menghindar, kendaraan yang mereka tumpangi diduga menabrak trotoar hingga keduanya terpental dan membentur tiang di sekitar lokasi.

“Pada saat menghindari massa tawuran, korban menabrak trotoar, terpental, kemudian menabrak tiang listrik atau tiang lampu di situ,” jelasnya.

Menurut Daffa, berdasarkan informasi pemeriksaan awal yang diterimanya, tidak ditemukan luka bacok pada korban. Luka yang dilaporkan berada di bagian kepala dan diduga akibat benturan dengan tiang tersebut.

“Tidak ada luka bacok, yang ada hanya luka di kepala akibat terbentur tiang itu,” katanya.

Diduga Ada Konvoi yang Membawa Senjata Tajam

Terkait kelompok yang berada di lokasi, Daffa menyebut informasi awal yang diterimanya mengarah pada sekelompok orang yang diduga sedang berkonvoi untuk mencari lawan. Kelompok tersebut juga disebut-sebut membawa senjata tajam, tetapi dugaan itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak yang menangani perkara.

Ia mengatakan, informasi awal menyebut kelompok tersebut diduga berasal dari SMA Yadika. Namun, Daffa belum dapat memastikan sekolah maupun identitas para pihak yang terlibat karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Serpong, Tangerang Selatan.

“Informasi awal sih dari SMA Yadika, tetapi untuk detailnya kurang kami monitor karena itu ranahnya Tangsel,” ungkapnya.

Penanganan di Wilayah Hukum Polsek Serpong

Daffa menyebut, penanganan kejadian tersebut telah ditindaklanjuti oleh Polsek Serpong. Sementara itu, waktu pasti kejadian belum dapat dipastikan, tetapi berdasarkan informasi awal, insiden diduga berlangsung sebelum Magrib.

Ia kembali menegaskan bahwa kedua remaja yang meninggal dunia tersebut bukan terlibat dalam aksi tawuran, melainkan diduga mengalami kecelakaan saat berusaha menyelamatkan diri dari kerumunan massa.

Hingga berita ini ditulis, informasi lebih lanjut mengenai kronologi lengkap, identitas kelompok yang diduga terlibat, serta perkembangan penanganan kasus masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian yang berwenang di Tangerang Selatan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.