El Nino Mengintai Banten, BPBD Bergerak Cepat Siapkan Antisipasi dari Hulu ke Hilir

Ilustrasi. stok Foto Gratis.

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kesiapan BPBD Provinsi Banten mulai memperkuat langkah menghadapi potensi El Nino. Pemetaan kekuatan dan koordinasi lintas instansi yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi fokus utama.

“Kita sudah memetakan kekuatan di BPBD, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Termasuk skema pendanaan dan peralatan, serta koordinasi dengan OPD dan instansi terkait untuk mengantisipasi El Nino ini,” ujar Kalak BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin kepada Lensa Banten saat meninjau persiapan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Jembatan Kaca Kota Tangerang, pada Senin, 20 April 2026.

Bacaan Lainnya

Edukasi Hemat Air ke Masyarakat

Selain kesiapan internal, masyarakat juga diajak berperan aktif. Edukasi soal penggunaan air terus digencarkan.

“Masyarakat kita ajak supaya tidak boros air dan menggunakan secukupnya. Misalnya setelah wudu, keran ditutup, serta tetap menanam meski musim kemarau,” katanya.

BPBD juga mengingatkan soal potensi banjir saat musim hujan. Salah satu penyebab utamanya adalah sampah di drainase.

“Sekitar 40 persen banjir disebabkan sampah yang menyumbat selokan. Saat hujan, air jadi terhambat dan akhirnya meluap,” jelasnya.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih bijak mengelola sampah agar tidak jadi bumerang saat musim hujan,” imbuhnya.

BPBD Kota Tangerang Mulai Siaga

BPBD Kota Tangerang ikut bersiap menghadapi dampak El Nino. Koordinasi lintas sektor sudah dilakukan sejak dini.

“Diperkirakan mulai Mei El Nino berdampak di Kota Tangerang. Kita sudah rapat koordinasi untuk mengantisipasi hingga Oktober,” ujar Mahdiar, Kalak BPBD Kota Tangerang.

Kesiapan difokuskan pada armada dan pasokan air. Termasuk koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menjaga sumber air baku.

“Kita mendata kesiapan mobil tangki dan berkoordinasi soal kondisi Sungai Cisadane agar air tetap terjaga,” katanya.

Potensi Kebakaran dan Kekeringan

Risiko utama yang dihadapi adalah kebakaran dan kekeringan. Namun masyarakat diminta tetap tenang dan waspada.

“Ini tidak perlu dianggap berlebihan, tapi harus diantisipasi. Potensinya ada di kebakaran dan kekeringan,” jelasnya.

BPBD juga memastikan kesiapan operasional di lapangan. Simulasi dilakukan di titik rawan seperti area Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kita siapkan kendaraan dan tangki air. Kalau terjadi kekeringan, kita koordinasi suplai air, termasuk simulasi kebakaran di TPA,” ujarnya.

Masyarakat diminta lebih hemat air dan waspada terhadap kebakaran. Selain itu, penting untuk mengikuti informasi resmi.

“Di kondisi ini mudah terjadi kebakaran, jadi harus waspada dan hemat air. Ikuti juga update BMKG, jangan panik tapi tetap siaga,” tutupnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.