TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Komika Mega Salsabilah kembali menjadi sorotan publik setelah mengirimkan karangan bunga bernuansa duka cita kepada pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik atas kondisi infrastruktur yang dinilai membahayakan masyarakat.
Dalam karangan bunga itu, ia menyinggung soal “berpulangnya hati nurani dan tanggung jawab” terhadap keselamatan warga. Sindiran tersebut ditujukan atas kerusakan Jalan Raya Pasar Kemis yang tak kunjung tertangani secara menyeluruh.
*Rangkaian Kecelakaan Maut*
Sorotan terhadap Jalan Raya Pasar Kemis menguat setelah serangkaian kecelakaan terjadi dalam waktu berdekatan. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang diduga menjadi salah satu faktor pemicu insiden tersebut.
Sebagai informasi, Polresta Tangerang mencatat sedikitnya empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, sepanjang Februari 2026. Seluruh insiden tersebut melibatkan sepeda motor dan kendaraan besar.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, menyampaikan bahwa dalam satu bulan telah terjadi empat kecelakaan. Pernyataan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
“Di bulan Februari itu sudah ada 4 kejadian kecelakaan,” ujar Purbawa, pada Minggu, 15 Februari 2026.
Korban pertama adalah perempuan berinisial M (42) yang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk. Peristiwa tersebut menjadi awal dari rangkaian kecelakaan fatal di ruas jalan itu.
Pada Minggu, 7 Februari 2026, perempuan berinisial SM (21) meninggal dunia usai mengalami kecelakaan dengan dump truk. Insiden itu menambah daftar korban jiwa di lokasi yang sama.
Pada Selasa, 11 Februari 2026, seorang pengendara motor laki-laki berinisial ML (19) tewas di tempat setelah terlibat kecelakaan dengan truk trailer. Beberapa hari kemudian, kecelakaan fatal kembali terjadi.
Pada Jumat, 13 Februari 2026, seorang siswi berinisial CRA (18) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dengan truk molen. Kejadian-kejadian tersebut memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
*Faktor Penyebab dan Respons*
Ipda Purbawa menjelaskan bahwa penyebab kecelakaan tidak sepenuhnya sama dalam setiap peristiwa. Meski demikian, lokasi kejadian yang berdekatan dengan jalan rusak menjadi perhatian publik.
“Penyebabnya berbeda-beda. Yang ramai di masyarakat itu memang karena jalan rusak, memang kejadian yang terjadi dekat jalan rusak. Ada pun juga di situ ada faktor human error,” kata Purbawa.
Mega Salsabilah melalui aksinya berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama agar insiden serupa tidak kembali terulang.










