Float2Nature 2026 Jadi Momen Homecoming, Float Rayakan EP Constant Changes di Pangandaran

foto dok. Atet Dwi Pramadia & Rafdi Rahmadi
foto dok. Atet Dwi Pramadia & Rafdi Rahmadi

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Float kembali menghadirkan pengalaman bermusik yang berbeda melalui penyelenggaraan Float2Nature 2026. Konser berbasis alam yang berlangsung di pesisir Pantai Madasari–Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat, tersebut menjadi momentum homecoming sekaligus perayaan perilisan EP terbaru mereka, Constant Changes.

Acara ini memiliki makna tersendiri bagi Float dan komunitas pendengarnya. Sebab, Float2Nature bukan sekadar konser musik, melainkan ruang pertemuan antara karya, alam, dan kebersamaan yang telah dibangun sejak 2012.

Bacaan Lainnya

Pada penyelenggaraan tahun ini, Float tampil dengan formasi Hotma “Meng” Roni Simamora sebagai vokalis sekaligus gitaris akustik, David Qlintang pada gitar elektrik, Binsar Tobing pada bas, dan Timur Segara pada drum.

Di bawah pepohonan pesisir, keempat personel tersebut membawakan sejumlah lagu yang telah membesarkan nama Float. Aransemen musik yang organik dan hangat menjadi karakter utama penampilan mereka, terlebih dengan dukungan nyanyian bersama ratusan Floatmates.

Momen kebersamaan tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam album Live at Float2Nature 2026 yang dirilis pada 28 Oktober 2026.

Meng, vokalis Float, menjelaskan bahwa rekaman langsung tersebut sengaja menghadirkan berbagai elemen suasana yang menjadi bagian dari pengalaman konser.

“Album live ini adalah dokumen hidup. Kami ingin menangkap energi yang tidak bisa direplikasi di dalam studio — suara tawa, debur ombak, hingga gemerisik daun yang berpadu dengan petikan gitar dan nyanyian bersama para Floatmates,” ungkap Meng.

Perjalanan Float2Nature sendiri dimulai pada 2012 di Dataran Tinggi Dieng. Konsep konser ini kemudian berkembang dengan menghadirkan lokasi-lokasi alam berbeda, seperti Tanakita Sukabumi pada 2013 dan Teluk Kiluan Lampung pada 2014.

Setelah beberapa tahun, Float2Nature kembali digelar di Taman Nasional Gede Pangrango, Situgunung pada 2022. Kala itu, sebanyak 295 tiket yang disediakan berhasil terjual habis hanya dalam dua hari.

Konsistensi tersebut memperlihatkan bagaimana Float membangun hubungan yang kuat dengan pendengarnya melalui pengalaman konser yang tidak biasa. Mengusung filosofi When music travels back to mother nature, Float2Nature menghadirkan pertunjukan intim dengan kapasitas terbatas dan mengedepankan kedekatan dengan lingkungan alam.

Kini, pengalaman Float2Nature 2026 dapat dinikmati kembali melalui album Live at Float2Nature 2026 yang tersedia di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan platform streaming digital lainnya. Video live lagu “Ke Sana” dari panggung Batukaras juga dapat disaksikan melalui YouTube. (san/*) #foto dok.  Atet Dwi Pramadia & Rafdi Rahmadi

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.