KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Warga Kota Tangerang, khususnya para ibu rumah tangga, tengah dibuat resah akibat kelangkaan gas LPG 3 kg di sejumlah wilayah. Sejak beberapa hari terakhir, banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut, bahkan di tingkat pengecer sekalipun.
Seorang warga di Kecamatan Ciledug, Siti (43), mengaku sudah berkeliling ke beberapa warung dan agen gas, tetapi stok selalu kosong.
“Biasanya saya beli di warung dekat rumah, tapi sudah dua hari ini enggak ada. Pas ada di tempat lain, harganya naik sampai Rp30 ribu lebih. Pusing, masak jadi susah,” keluhnya kepada Lensabanten.co.id pada Minggu, 2 Februari 2025.
Kelangkaan ini juga dirasakan pedagang makanan kecil, seperti Warni (38), pemilik usaha gorengan di kawasan Cipondoh. Ia mengaku omzetnya menurun karena harus mencari gas lebih jauh dengan harga yang lebih mahal.
“Kalau begini terus, usaha kecil kayak saya bisa rugi. Harga gas naik, sementara jualan enggak bisa naik banyak, nanti pelanggan kabur,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu agen LPG di wilayah Karawaci, Bambang (50), membenarkan adanya keterbatasan pasokan dari distributor.
“Biasanya datang stok seminggu dua kali, tapi sekarang sekali aja udah susah. Banyak warga yang antre, tapi kami juga enggak bisa berbuat banyak karena memang pasokan dari atasnya berkurang,” jelasnya.
Pihak Pemerintah dan Pertamina sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kelangkaan ini. Namun, warga berharap pemerintah segera turun tangan agar pasokan kembali normal dan harga tidak semakin melambung.
Hingga kini, antrean panjang masih terlihat di beberapa pangkalan resmi. Warga berharap agar distribusi gas melon bisa kembali lancar, mengingat perannya yang sangat vital dalam kebutuhan sehari-hari.










