KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sungai Cisadane di wilayah Tangerang mengalami penyusutan debit air akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut terlihat dari aliran sungai yang semakin dangkal hingga sejumlah bagian dasar sungai mulai tampak.
Pantauan Lensa Banten pada Senin, 20 Juli 2026 sore, debit air Sungai Cisadane terlihat menurun cukup signifikan. Kondisi ini turut berdampak terhadap warga yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas memancing di sungai tersebut.
Kekeringan Berlangsung Hampir Satu Bulan
Salah seorang pemancing asal Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Dedy, mengatakan kondisi Sungai Cisadane yang mengering sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut membuat hasil tangkapan ikan semakin minim sehingga berdampak langsung terhadap pemasukan.
“Kurang lebih sudah satu bulan ini kering. Sekarang cari ikan juga susah, hasil tangkapannya sedikit, jadi pemasukan juga ikut berkurang,” kata Dedy, saat dikonfirmasi Lensa Banten.
BACA JUGA : Pabrik Kemenyan di Kota Tangerang Terbakar, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Hal senada disampaikan pemancing lainnya, Andri, yang mengaku hasil tangkapan saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, kondisi sungai yang semakin dangkal membuat aktivitas memancing menjadi lebih sulit.
“Sekarang ikannya susah, hasilnya minim. Kalau biasanya masih bisa dapat beberapa, sekarang dapat sedikit saja sudah bagus,” ujar Andri.
Sampah Menumpuk, Kondisi Sungai Semakin Kotor
Selain debit air yang terus menyusut, para pemancing juga menyoroti banyaknya sampah yang memenuhi aliran Sungai Cisadane. Kondisi tersebut membuat sungai terlihat semakin kotor dan dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem serta keberadaan ikan.
“Sekarang selain airnya sedikit, sampah juga banyak. Jadi sungainya kelihatan kotor, apalagi kalau airnya sedang surut seperti sekarang,” kata Andri.
BACA JUGA : Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam Berpulang pada Usia 47 Tahun
Dedy berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai. Menurutnya, menjaga kebersihan aliran sungai merupakan tanggung jawab bersama agar kondisi Sungai Cisadane tetap terjaga.
Debit Air Cisadane Turun 12 Persen
Sementara itu, Kepala Balai UPT Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian Cisadane, Didik Purwanto, menyebut debit air Sungai Cisadane di Pintu Air 10, Kota Tangerang, mengalami penurunan sekitar 12 persen. Kondisi tersebut disebut terjadi seiring rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kondisi tahun ini lebih ekstrem, karena curah hujan lebih rendah, sehingga debit Sungai Cisadane mengalami penurunan sekitar 12 persen,” kata Didik.
Didik mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketinggian muka air di bagian hulu. Upaya tersebut dilakukan agar pasokan air baku untuk masyarakat serta kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi.
BACA JUGA : Modus Baru Peredaran Etomidate Terbongkar, Bahan Baku Dikirim Lewat Paket
Warga Diimbau Hemat Air Bersih
Di tengah kondisi debit Sungai Cisadane yang terus menurun, masyarakat diimbau untuk menjaga ketersediaan air dengan tidak membuang-buang air bersih. Warga juga diminta ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Hingga kini belum dapat dipastikan kapan fenomena kekeringan tersebut akan berakhir. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Para pemancing juga berharap hujan segera turun secara merata di wilayah Tangerang dan Bogor. Sebab, hujan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kembali debit Sungai Cisadane sekaligus membantu memulihkan kondisi ekosistem sungai dan perekonomian warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.









